BUKTI KEBANGKITAN YESUS

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Rabu, 8 April 2026

Bacaan: Matius 28:1-10


Bukti Kebangkitan Yesus


Kita tidak bisa mempercayai suatu kejadian tanpa ada bukti yang nyata. Hal ini wajar karena bukti menjadi satu hal yang penting untuk menyatakan sebuah kejadian benar-benar terjadi. Selain bukti, diperlukan juga saksi mata langsung untuk menceritakan kisah teresebut. Lalu bagaimana kita bisa percaya akan kejadian yang sudah terjadi 2000 tahun yang lalu? Bagaimana kita bisa percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit?


Injil Matius ditulis dan ditujukan kepada orang-orang Kristen Yahudi pada waktu itu. Sehingga terlihat jelas bahwa Injil Matius lebih banyak mengutip ayat-ayat dari Perjanjian Lama dibandingkan dengan Injil yang lain. Matius juga seringkali menghubungkan kisah-kisah tentang Yesus dengan nubuatan dalam Perjanjian Lama. Maka dari itu jelas sekali bahwa nuansa Injil Matius ini lebih menunjukkan bukti bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama.


Demikian juga dalam kisah kebangkitan Yesus. Matius satu-satunya Injil yang menulis tentang prajurit-prajurit yang menjaga kubur Yesus. Dijelaskan pula mengapa ada prajurit yang menjaga kubur Yesus, karena pada waktu itu imam kepala takut dengan pernyataan Yesus akan kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga (27:62-66). Imam kepala yang ketakutan bahwa mayat Yesus akan dicuri itu pun menempatkan penjaga untuk kubur Yesus.


Tetapi pada kenyataannya prajurit-prajurit penjaga itu pun ketakutan setelah melihat apa yang terjadi. Mereka merasakan langsung gempa bumi yang dahsyat itu, dan menyaksikan langsung bagaimana batu kubur itu terguling, dan ada malaikat duduk di atasnya. Lalu Matius menulis mereka ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati (ada kemungkinan shock berat, panik, dan pingsan). Setelah itu tidak lagi diceritakan apa yang terjadi kepada mereka.


Tetapi setelah malaikat itu memerintahkan perempuan-perempuan dan murid-murid Yesus yang telah menyaksikan kebangkitan Yesus itu untuk pergi bersaksi, barulah kembali diceritakan tentang prajurit-prajurit penjaga itu. Kita mendapati bahwa imam-imam kepala kemudian memberikan sejumlah uang kepada para prajurit untuk menutup mulut mereka. Kemudian menyebarkan berita palsu yaitu bahwa murid-murid Yesus mencuri mayat Yesus dan kemudian bersaksi bohong tentang kebangkitan-Nya. Demikianlah berita palsu itu tersebar dikalangan orang Yahudi (pembaca Injil Matius) (28: 15). Juga akhirnya berita palsu ini menjadi sanggahan yang begitu sering kita dengar pada jaman sekarang yang disuarakan oleh orang-orang tidak percaya.


Bukti bahwa Yesus bangkit yang pertama ditulis oleh Matius, yang adalah seorang murid yang baru dipilih menjadi rasul setelah kenaikan Yesus ke sorga. Matius bukan anak baru, tetapi dia telah mengikuti perjalanan Yesus, menyaksikan kematian dan juga kebangkitan-Nya. Sehingga apa yang disaksikannya tentu benar sebagai saksi utama. Kedua, selain itu jika benar mayat Yesus dicuri murid-murid-Nya, setidaknya imam-imam kepala menyetujui bahwa Yesus yang mati dan dikubur itu tidak ada dalam kuburan-Nya. Argumen itu menyatakan bahwa Yesus benar-benar mati dan benar-benar tidak ada dalam kubur. Ketiga, terkadang perempuan tidak dapat menjadi saksi yang dipercaya, tetapi semua Injil menuliskan kejadian yang sama dimana perempuan menjadi saksi pertama kebangkitan Yesus. Kalau itu cerita palsu, semua Injil pasti sepakat untuk menulis bahwa Petrus dan Yohanes lah saksi yang pertama, supaya dapat dipercaya. Keempat perempuan-perempuan yang datang ke kubur Yesus tidak mungkin mampu menggulingkan batu penutup kubur (Mrk 16:3). Sehingga ketika dikatakan prajurit terkejut melihat batu yang terguling, itu adalah perbuatan malaikat dan tentu bukan para penjaga kubur. Kelima, jika kesaksian kebangkitan Yesus adalah palsu, maka tidak mungkin murid-murid rela mati dibunuh demi sebuah cerita yang mereka tahu adalah sebuah kebohongan.


Dari bukti itu kita bisa yakin bahwa Yesus benar-benar bangkit. Lalu apa gunanya untuk kita? Jika Yesus benar-benar bangkit, Dia membuktikan bahwa Dia layak sebagai Allah. Dia telah menang melawan maut, dan dengan demikian, seperti apa yang dijanjikan oleh Allah, kita tidak perlu menghadapi maut itu. Yesus telah mati menggantikan kita dan Ia telah mengalahkan kuasa maut supaya kita beroleh hidup yang kekal di dalam Dia. Kebangkitan itu menunjukkan kedaulatan-Nya yang seharusnya membuat kita semakin merasa tidak layak berhadapan dengan-Nya. Kita adalah manusia berdosa yang diselamatkan oleh Tuhan. Kita ada hanya karena anugerah-Nya. Biarlah kebangkitan Kristus terus menjadi kekuatan kita untuk bergantung kepada-Nya, serta terus memuliakan Dia.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan

2. Kondisi dunia dan toleransi umat beragama

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.