BIJAK MENILAI SESUATU
Kisah rasul 5:33-42
Seorang ahli emas akan segera dapat tahu bahwa perhiasan emas yang diperiksanya itu, asli atau palsu. Dari penampakannya sampai detailnya, ahli emas itu akan tahu persis. Keahlian itu tentu melalui pengalaman yang tidak hanya sekali, tetapi dari pengamatan yang terasah bertahun-tahun.
Gamaliel juga menunjukkan pengamatan yang jeli dalam menilai para rasul. Ia tidak tersulut emosi seperti orang-orang Yahudi yang marah terhadap rasul. Di sidang itu, para rasul teguh bahwa apa yang mereka katakan dan ajarkan tentang Yesus adalah kebenaran. Yesus sungguh Anak Allah dan Ia sudah bangkit. Orang-orang Yahudi segera ingin menyingkirkan para rasul itu dengan hukuman mati, namun berbeda dengan Gamaliel.
Ia tidak mau gegabah. Ia mengingatkan kepada orang-orang bahwa ada Allah yang mampu mengungkapkan kebenaran. Jika memang para rasul itu bukan dari Allah, maka mereka akan lenyap. Tetapi jika mereka dari Allah, maka orang yang menyingkirkan menjadi berdosa. Meskipun Gamaliel adalah orang Farisi, kita dapat belajar dari sikap bijak dalam menilai. Kita diingatkan untuk tidak bertindak gegabah dalam menilai sesuatu, melainkan bijaksana. Kebijakan itu akan dimampukan jika kita memohon hikmat Allah. Amin
Pokok Doa:
1. Pemilu 2024 agar berlangsung damai dan aman.
2. Hikmat bagi rakyat Indonesia dalam menilai capres-cawapres
Pdt. Daniel K. Gunawan