BERTEKUN DAN TETAP TEGUH

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Kolose 1:21-23

Setiap orang Kristen jika ditanya, ”Apakah Anda percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus ?”, tentu semua akan menjawab, ”Ya saya mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat !”. Tetapi pada kenyataannya, tidak semua orang Kristen bersungguh-sungguh dalam menghidupi imannya, sehingga tidak sedikit yang ketika menghadapi pergumulan yang berat dan begitu sulitnya kemudian imannya goyah.

Perhatikan saja orang-orang beriman yang hatinya tergoda oleh kekuasaan dan jabatan, bahkan terkadang tanpa keraguan menggunakan kekuasaan dan jabatannya untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya dengan melakukan berbagai kejahatan; ada juga yang karena mengalami sakit, seorang beriman tergoncang imannya sehingga undur dan menarik diri dari persekutuan dan pelayanan dan bahkan mulai percaya pada tahayul. Tidak sedikit juga orang yang mengandalkan harta kekayaannya untuk melakukan dan mendapatkan segala sesuatu yang diinginkannya sekalipun hal itu membawanya jatuh dalam dosa.

Ini menunjukkan bahwa kehidupan beriman tidak boleh berhenti hanya pada percaya saja, tetapi perlu menghidupi iman dengan :
1.    Ketekunan.
Bertekun berarti dengan sungguh-sungguh mencari dan mendalami firman Tuhan dan mengamalkan firman Tuhan itu di dalam kehidupan sehari-hari. Seperti ketekunan seorang pelajar berarti ia akan tetap belajar sekalipun besoknya tidak ada ujian, membaca buku yang terkait dengan studinya untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuannya, demikian juga halnya dalam kehidupan iman diperlukan ketekunan. Sehingga ketika ujian itu datang, pelajar itu siap menghadapinya dan menuntaskan tugasnya.

Bertekun dalam iman berarti terus belajar dari firman Tuhan untuk pertumbuhan imannya. Belajar melalui membaca Alkitab atau dengan melibatkan diri dalam berbagai pelayanan, baik di dalam maupun di luar gereja. 

2.    Keteguhan.
Berarti kekuatan untuk bertahan dan tetap pada pendirian berpegang pada yang DIA yang kita imani, yaitu Tuhan Yesus. Sebab manusia memang mudah hatinya bergeser ketika menghadapi kesusahan maupun kesenangan. Kesesatan hati itu seringkali tidak disadari diri kita sendiri, karena itu setiap orang harus terus menerus memeriksa dirinya sendiri agar imannya tidak bergeser pada hal lain yang dijumpai di tengah kehidupannya. 

Jika kita tidak bertekun dalam iman dan tidak meneguhkan diri dalam Yesus Kristus, itu sama saja dengan membiarkan diri dengan sengaja jatuh dalam berbagai pencobaan dan dosa; hal ini sama saja dengan menghinakan pengurbanan Kristus yang memberikan seluruh hidup-Nya untuk menyucikan dan menguduskan kehidupan kita, umat-Nya.

Sebagai umat Allah yang dikuduskan, baiklah kita terus bertekun dalam iman dan tetap teguh dalam segala keadaan untuk memandang dan meneladan pada Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Pokok Doa :
1.    Untuk persiapan ibadah Kamis Putih, Jum’at Agung, Sabtu Sunyi, dan Minggu Paska.
2.    Untuk kesehatan para pendeta dan pengerja gereja, para penatua, pelayan ibadah, staff dan karyawan gereja.
3.    Untuk kesehatan anggota jemaat dan simpatisan.
4.    Persiapan peserta Perjamuan Kudus perumahan.

Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.