BERSUJUD BUKAN BERSUNGUT

  •  Maria Sampyuh
  •  

Bacaan: KELUARAN 16:1-8

Persoalan dalam hidup manusia datang silih berganti. Persoalan yang satu bisa dilewati dan muncul persoalan yang baru. Walaupun persoalan itu datang silih berganti, dan walaupun persoalan yang datang itu satu demi satu mampu dilewati, namun ketika persoalan baru datang, kerap manusia itu melupakan peristiwa - peristiwa itu, dimana selalu ada pertolongan dan jalan keluar yang Tuhan sediakan atas setiap persoalan hidupnya. 
Apa yang biasanya orang lakukan ketika ada masalah datang dalam hidupnya? Bersungut-sungut! Mengeluh.

Begitu jugalah yang terjadi dalam perjalanan kehidupan umat Israel. Saat mereka masih berada di negeri perbudakan, mereka hidup dalam penderitaan, dan Allah mengutus Musa untuk melepaskan mereka dari penderitaan di negeri perbudakan tersebut. Sekalipun tidak mudah untuk .mereka keluar, tetapi oleh karena Allah menolong maka pada akhirnya mereka bisa keluar juga. Persoalan satu sudah selesai, dan datang persoalan yang lain. Mereka harus berhadapan dengan laut Teberau dan mereka juga dikejar oleh tentara Mesir, tetapi sekali lagi Allah menolong dan memberi jalan untuk mereka bisa menyeberangi laut Teberau dan selamat dari kejaran tentara Mesir. Apakah masalah sudah habis? Belum. Saat sampai di Mara, mereka bertemu dengan masalah yang baru. Mereka memerlukan air, tapi air yang ada tidak bisa diminum karena pahit. Dan lagi-lagi Allah bekerja sehingga air pahit itu bisa berubah dan bisa untuk memenuhi kebutuhan mereka. Persoalan demi persoalan sudah dihadapi dan Allah menolong untuk menghadapi dan mengatasi. Namun, ketika muncul lagi masalah yang lain, pertolongan-pertolongan Allah tidak diingat lagi. Yang Allah lakukan dalam hidup kerap dilupakan, orang menjadi tidak percaya atas pertolongan dan mukjizat Tuhan.

Bangsa Israel ketika bertemu dengan masalah yang baru, bukan bersujud dan berdoa, memohon pertolongan Tuhan, tetapi justru bersungut-sungut. 
Bangsa itu marah dan bersungut- sungut karena makanan. Dan mereka menyaksikan dan mengalami bagaimana Allah memelihara hidup mereka dengan roti yang tak pernah dikenal. Allah tidak membiarkan umat-Nya kelaparan, namun menyelamatkan umat-Nya.

Firman Tuhan ini mengingatkan kepada setiap orang percaya, ketika ada persolan datang bertelut dan bersujud kepada Allah, bukan malah bersungut-sungut.Sejenak menoleh ke belakang, kita melihat diri kita dan bagaimana Allah senantiasa ada dalan hidup kita dan menolong kita. Apa yang sudah Tuhan perbuat atas kita menjadi kekuatan untuk kita menghadapi persoalan yang akan datang di hari -hari  ke depan. Persoalan datang kapan saja dan dimana saja, tetapi bersama Allah kita akan dimampukan untuk mengatasinya. Allah akan menolong dan memelihara hidup kita. 
Kiranya Tuhan menolong dan memberkati.

Pokok Doa:

  1. Pergumulan pribadi jemaat
  2. Kegiatan Paska
  3. Bangsa dan negara
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.