BERSERU DAN BERSERAH PADA TUHAN

  •  Johanis Melsasail
  •  

Bacaan: Daniel 6:6-11

====================

Suatu hari, dua orang ibu duduk bercakap-cakap dalam sebuah Kapal yang mereka tumpangi untuk menuju sebuah Pulau. Ibu pertama bertanya, "Mengapa kau selalu berdoa saat memasuki sebuah kapal yang hendak berlayar? Sedangkan kau tidak berdoa saat di rumah?" Ibu kedua menjawab, "Karena aku sangat takut pada gelombang, badai dan hujan yang disertai petir di lautan." Ibu pertama yang mendengarnya pun menggelengkan kepala.

Jemaat yang terkasih. Banyak orang mendekat pada Tuhan hanya ketika mereka terdesak dalam kesulitan hidup saja. Mereka baru ingat pada Tuhan ketika mereka merasa tidak sanggup menghadapi dan menyelesaikan perkara dengan kekuatan mereka sendiri. Ini adalah suatu tanda ketidakdewasaan iman. Tuhan selalu siap menolong hambaNya yang sedang berada dalam kesulitan. Akan tetapi, Tuhan bukanlah pesuruh yang dapat didikte oleh manusia untuk menuruti segala keinginan dan hawa nafsu mereka. Kita harus ingat bahwa Allah adalah Allah yang Maha Kuasa, namun Dia juga Maha Pengasih dan Penolong.

Sebagai orang percaya, Allah tidak hanya menghendaki supaya kita sekedar mendekat atau berseru kepadaNya ketika kesulitan melanda, akan tetapi, Allah ingin membangun hubungan yang lebih dalam dengan kita. Karena itulah, Allah mengangkat kita menjadi anak-anakNya. Allah mau supaya hati kita melekat kepadaNya setiap saat.

Jika kita melihat kembali kisah Nabi Daniel, kita akan mengetahui bahwa Daniel selalu berdoa dan menghadap hadirat Allah tiga kali sehari. Daniel memang pernah mengalami masa-masa yang sulit sehingga dia berdoa kepada Allah. Namun demikian, Daniel juga selalu berdoa meskipun segala sesuatunya sedang berjalan dengan baik. Hubungan Daniel yang senantiasa dekat dengan Allah itulah yang membuat Daniel senantiasa mendapatkan tuntunan dan pengurapan Allah sehingga dia dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pejabat pada saat itu. Kedekatan Daniel dengan Allah itu membuat Daniel diberi karunia dan hikmat yang luar biasa untuk memahami visi dari Allah dan menyelesaikan banyak persoalan kerajaan. Hubungan kita dengan Allah bukanlah hubungan yang dapat kita bangun dengan sekali jadi. Kita perlu membangun intensitas kita dalam berdoa dan mendekatkan diri kita pada Allah sehingga kekuatan, hikmat dan berkat Allah senantiasa tinggal dalam hidup kita. Amin


Pokok Doa:

=========

1. Penatalayanan GKI Coyudan.

2. Pergumulan Jemaat.

3. Kerukunan antar umat beragama di masa perayaan agamawi.


Bp Johanis Melsasail

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.