BERSANDAR DAN MENGANDALKAN TUHAN
Yesaya 27:1-6
Hati yang mencari Tuhan, itulah yang diperlukan dan diperhatikan Tuhan dalam kehidupan umat-Nya. Bukan kesempurnaan iman kita sebagai umat-Nya (karena kita tidak dapat menjadi sempurna) dalam perbuatan-perbuatan, tetapi semata-mata hati yang sungguh-sungguh mencari dan mengandalkan Tuhan ! Sebab ada banyak orang yang seolah hidupnya mencari Tuhan, tetapi sesungguhnya hanya mencari kepuasan, yaitu berkat Tuhan yang menyenangkan dan rasa aman bagi dirinya sendiri, yaitu aman dari hukuman kekal !
Dengan kata lain, bahwa seorang tanpa sadar telah hidup bersandar dan mengandalkan berkat, tetapi justru melupakan sang sumber berkat, mengandalkan orang lain untuk memberikan pertolongan dan mengandalkan kepandaian serta kemampuan diri, tetapi lupa bahwa selama ini sesungguhnya Tuhan yang memelihara dan memampukan umat untuk bertahan !
Demikian bangsa Israel melelahkan hati Tuhan, yaitu dengan hidup mengandalkan pertolongan bangsa lain, lebih daripada pertolongan dan pemeliharaan Tuhan yang sudah terbukti ! Sikap inilah yang membuat bangsa Israel kembali harus menerima didikan Tuhan yang sedemikian kerasnya.
Namun demikian, bacaan Yesaya ini menceritakan secara khusus bagaimana Allah memang menghukum umat-Nya ketika berbuat salah, tetapi Allah juga menyediakan pemulihan apabila sebagai umat Tuhan mau kembali berlindung dan mencari damai dengan Tuhan dan tidak lagi menjadi seteru Allah ! Kasih setia Allah tidak pernah pudar untuk umat-Nya sekalipun umat seringkali melupakan kasih setia Allah dan hidup hanya untuk kepentingan dan keinginan dirinya sendiri.
Marilah kita berdamai dengan Allah dengan kerendahan hati untuk hidup bersandar dan mengandalkan Tuhan, lebih dari kita mengandalkan kekuatan diri kita sendiri ataupun orang lain ! Kasih setia dan pertolongan Tuhan telah terbukti; dalam Yesus Kristus, lawan yang tidak dapat ditaklukan oleh manusia, yaitu maut ! Telah dipatahkan dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Karena itu marilah kita hidup bersandar hanya pada Kristus Yesus, sang Firman yang menjadi manusia itu. Amin.
Pokok Doa :
1. Berdoa untuk kegiatan Bulan Keluarga.
2. Berdoa untuk kekuatan dan pemulihan bagi keluarga-keluarga dalam keretakan rumah tangga.
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi