BERLAYAR BERSAMA YESUS

  •  Maria Sampyuh
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN 

JUM'AT, 7 FEBRUARI 2025


BERLAYAR BERSAMA YESUS

MARKUS 4:35-41


Perjalanan hidup manusia, sering diibaratkan seperti kapal yang mengarungi samudera raya. Terkadang begitu tenang, tetapi tidak jarang juga ditimpa badai dan gelombang. 


Dari Markus 4: 35-41, didapatkan beberapa catatan: 

1.para murid yang berlayar ke seberang, mereka berlayar bersama Tuhan Yesus, tidak dibiarkan berlayar sendiri. Namun, saat mereka menghadapi taufan, mereka dikuasai ketakutan dan kecemasan. Mereka hanya fokus kepada masalah yang sedang dihadapi, sehingga mereka lupa kalau mereka berlayar tidak sendiri, namun bersama Tuhan Yesus. 


2.para murid melihat Yesus yang bersama mereka tidur di buritan. Para murid berfikir bahwa tidak peduli dengan ketakutan para murid yang sedang berhadapan dengan badai besar. Yesus ada, namun mereka merasa kalau Dia tidak berbuat apa-apa atas persolan yang dihadapai


3.Yesus tidak diam, namun Yesus yang berlayar bersama mereka, bertindak bagi mereka. "Diam, tenanglah! " Dan angin angin itu reda, dan danau itu menjadi teduh sekali. 

Manusia kerap tidak tenang saat berhadapan dengan persoalan, namun sikap tidak tenang itu justru kerapkali membuat manusia tidak menemukan jalan keluar, tidak bisa berfikir jernih, dan semua jalan menjadi buntu. 


4.perkataan Tuhan, " Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Tuhan Yesus menegur para murid karena ketakutan sudah mengendalikan mereka dan menguasai mereka. 

Danau Galilea memang sering ada angin dan badai, namun murid-murid itu juga adalah nelayan yang memiliki pengalaman bagaimana menghadapi angin dan badai. 


5."Siapa gerangan orang ini sehingga angin dan danaupun taat kepadaNya?" Itulah kekaguman dan hormat mereka atas karya Tuhan Yesus. Mereka bersama Yesus namun mereka tidak mengenal Yesus. 


Perjalanan hidup setiap orang tidak luput dari tantangan dan persoalan, namun di setiap pelayaran yang dijalani, tak pernah berlayar tanpa Yesus. 

Percayalah bahwa Dia yang pegang kendali dan pegang kemudi, sehingga meski bertemu dengan angin dan badai, tetaplah tenang karena Dia akan bertindak untuk meneduhkan. 


Tuhan senantiasa menolong dan menyertai ????


Pokok Doa: 

1.pergumulan jemaat : ekonomi, pekerjaan, pendidikan, keluarga, pelayanan

2.bangsa dan negara


Maria S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.