BERKATALAH BENAR

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Selasa, 7 Januari 2025


Efesus 4:25

BERKATALAH BENAR


Dusta adalah perkataan yang tidak benar atau sebuah kebohongan yang disampaikan dengan tujuan untuk menipu, menyesatkan atau menutupi kejahatan. Inilah salah satu dosa yang menjadi hal biasa dalam kehidupan manusia, bahkan di kalangan orang-orang percaya ! Karena memang tidak sedikit orang yang mengaku dirinya beriman justru berdusta demi menuruti nafsu duniawinya, dan untuk memuaskan ambisi pribadinya – bahkan melegalkan kejahatan dan dosanya –, lalu menutupi semua kejahatannya dengan kata-kata bijak, bahkan memanipulasi firman Tuhan demi meyakinkan orang ! 


Dusta dan perkataan yang tidak benar menjadi hal yang biasa dan bahkan dianggap sebuah “kecerdikan”. Perhatikan saja iklan-iklan yang bertebaran (baik di jalanan maupun di media sosial), memberikan pernyataan terhadap suatu produk secara berlebihan dan tidak berdasarkan kenyataan, dan terkadang bahkan menyembunyikan hal yang berbahaya bagi kesehatan. Hal ini tanpa disadari sesungguhnya mendidik banyak orang untuk menganggap “kebohongan kecil” sebagai hal yang lumrah dan biasa, bahkan sesuatu yang benar demi tujuan tertentu (dalam hal ini yaitu demi mendapatkan keuntungan). 


Namun hari ini firman Tuhan mau katakan kepada kita agar kita meninggalkan dusta dan mengatakan kebenaran sebagai sebuah panggilan kita setiap orang percaya ! Kita diajak untuk berani mengucapkan hanya hal yang benar, sebagaimana firman Tuhan juga mengatakan kebenaran, sekalipun terkadang apa yang benar itu tidak selalu menguntungkan kita dan menyenangkan hati orang.


Sampaikanlah segala sesuatu dengan perkataan yang benar dan tulus agar tercipta keterbukaan dan orang menjadi terlatih untuk belajar saling memahami satu sama lain. Sebagaimana Tuhan Yesus selalu mengatakan kebenaran sekalipun orang terkadang salah memahami maksud Tuhan Yesus. Tetapi melalui perkataan kebenaran itulah pada akhirnya orang dapat memahami karya kasih Allah yang dinyatakan dalam Tuhan Yesus di kayu salib.


Karena itu, berhentilah mengatakan hal yang tidak benar demi meninggikan diri atau merendahkan orang lain, dan mulailah untuk mengatakan kebenaran demi meninggikan Nama Tuhan dan demi kebaikan sesama. Sebab tanpa memperkatakan kebenaran berati kita hidup dalam dusta. Dan jika kita hidup dalam dusta, kita tidak ada di dalam Tuhan, karena di dalam Diri Allah tidak ada dusta, karena itu tetaplah mengatakan hal yang benar. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk kesungguhan hati dan hikmat bagi umat agar dapat selalu mengusahakan hidup dalam perkataan yang benar.

2. Untuk kesehatan, ketekunan dan semangat bagi para aktivis dalam pelayanan (baik dalam gereja maupun di luar).


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.