BERITAKAN KEYAKINAN YANG BENAR

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  


Bacaan: Kisah Para Rasul 13:32-41

 

Kita tentu berani menceritakan sesuatu yang kita yakini benar. Sebab, keberanian itu muncul karena ada keyakinan. Jika kita tidak yakin akan suatu hal, kita pasti akan ragu-ragu dan bahkan lebih memilih untuk tidak menyebarkan cerita tersebut. Sebab tentu kita tidak ingin menerima konsekuensi dari cerita palsu tersebut. Apa yang sebenarnya ingin kita pelajari pagi hari ini? Yaitu bahwa keberanian menceritakan tentang Injil Yesus Kristus itu dapat disebarkan karena kebenaran yang diyakini oleh para rasul pada waktu itu.

Jika kita melihat perikop secara penuh berawal dari ayat 13-14, Paulus sedang berlayar ke daerah Pamfilia, dan lalu ke Antiokhia. Ketika hari sabat mereka diberikan kesempatan untuk menghibur dan membakar kembali semangat jemaat di sana (ay.15). Lalu Paulus pun mengambil kesempatan itu dan menceritakan iman kepercayaannya yang dia yakini kebenarannya. Mulailah Paulus menceritakan tentang bagaimana Allah menyertai bangsa Israel sedemikian rupa, sampai akhirnya keturunan demi keturunan bangsa Israel dan melahirkan Yesus Kristus, sang Juruselamat (ay. 23). Tetapi tidak sampai disitu saja Paulus juga menjelaskan bagaimana Yesus itu kemudian mati di kayu salib dan dibangkitkan sehingga Yesus itu menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dan menjadi bukti nyata bahwa Dia benar-benar hidup. Itulah awal mula kebenaran yang diyakini oleh para rasul sehingga membuat mereka berani menceritakan Injil Yesus Kristus kepada semua orang (ay. 31), termasuk apa yang juga Paulus sedang ceritakan dalam perikop yang kita baca.

Paulus menekankan bahwa apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan telah digenapi (ay. 32). Tuhan memberikan Mesias, Sang Juruselamat yang tidak binasa melainkan dibangkitkan dari antara orang mati (ay. 37). Lalu, karena pada waktu itu masih banyak sekali orang-orang yang percaya bahwa hukum Musa atau taurat itu dapat menyelamatkan, Paulus kemudian memberikan sebuah pengharapan keselamatan sekaligus membantah hukum Musa (ay. 38-39). Hal ini diucapkan oleh Paulus untuk kembali membakar semangat umat pada waktu itu. Selain itu apa yang Paulus lakukan juga menunjukkan bagaimana ia dengan sangat yakin menceritakan Injil Yesus Kristus tersebut.

Paulus bukanlah salah satu dari murid Yesus yang menyaksikan hal-hal penting dalam perjalanan kisah hidup Yesus. Tetapi Paulus yang telah berbalik dan bertobat kemudian turut dalam keyakinan akan kebenaran Injil Yesus Kristus. Sehingga dengan keyakinan akan kebenaran itulah muncul suatu keberanian untuk menceritakan Injil kepada seluruh umat di Antiokhia pada waktu itu. Apalagi jika kita perhatikan semua yang ceritakan oleh Paulus bukanlah suatu hal yang dapat langsung dibuktikan, sebab pengampunan dosa bukan satu hal yang dapat dilihat begitu saja, tetapi suatu pengharapan.

Sudahkah kita sungguh-sungguh yakin tentang pengharapan kita di dalam Yesus Kristus? Sudahkah kita juga meyakini dan percaya betul terhadap kebenaran Injil Yesus Kristus? Jika kita yakin, mari belajar untuk dapat juga menceritakannya kepada semua orang dengan berani. Marilah kita belajar untuk memupuk keberanian kita untuk menyampaikan berita Injil Yesus Kristus yang kita yakini sebagai kebenaran.

Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan Remaja-Pemuda GKI Coyudan
2. Rangkaian acara Bulan Misi
3. Pergumulan Jemaat yang sakit dan lanjut usia

Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.