BERANI BERBEDA
Renungan Harian GKI Coyudan
Sabtu, 29 November 2025
Berani Berbeda
Kejadian 6: 17-18a
Sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala makhluk yang memiliki napas hidup di kolong langit; segala yang ada di bumi akan binasa. Tetapi, Aku akan membuat perjanjian-Ku denganmu.
Siapa yang tidak tahu ikan salmon? Ikan yang sering dijumpai di resto Jepang ini ternyata menyimpan satu pelajaran hidup yang kuat: hidup tidak mengikuti arus. Saat banyak ikan berenang mengikuti arus dengan mudah, salmon justru berenang melawan arus air, menempuh perjalanan panjang, berat, dan rintangan yang terkadang tidak mudah hanya untuk mencapai tujuannya.
Nuh dalam keseluruhan perikop yang kita baca hari ini pun hidup dengan “arus” zamannya: kejahatan, kekerasan, dan perilaku yang rusak. Artinya, ia hidup di tengah lingkungan yang sama sekali tidak mendorong seseorang untuk hidup benar. Namun justru di tengah arus zaman demikian Allah berbicara, memberi perintah kepada Nuh untuk masuk ke dalam rencana-Nya. Allah memanggilnya untuk menempuh arus yang berbeda dari lingkungan sekitarnya. Yang menopang Nuh bukan keberaniannya, tetapi kesetiaan Allah yang menuntun setiap langkahnya.
Karena Allah yang sama juga memanggil kita hari ini, kita pun dapat memilih jalan yang benar tanpa takut. Di tengah tekanan dan arus yang berbeda arah, marilah kita tetap hidup dalam integritas, menjaga hati, dan taat pada kehendak-Nya. Menjadi berbeda tidak selalu nyaman. Bahkan bisa terasa sepi. Tetapi kasih & kesetiaan Allah akan selalu memampukan kita untuk menempuh arus yang benar dengan setia dan berani. Amin.
Pokok Doa:
1. Mereka yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru Lumajang serta banjir & longsor Sumatera
2. Anak-anak dalam masa tumbuh-kembangnya
Yohana Jessica