BELAJAR HIDUP CUKUP

  •  Anthon Karundeng
  •  



Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
1 Timotius 6 : 8

Salah satu penyakit manusia adalah : tidak pernah merasa puas. Keinginan tak terbatas. Kalau tidak hati2, maka akan menjerumuskan. Punya satu, mau dua. Sudah punya sepeda motor, mau mobil. Sudah punya satu mobil mau dua. Punya rambut lurus, malah minta dikeriting. Yang keriting mau diluruskan.Yang rambut hitam, mau putih. Yang putih, mau hitam. Yang kurus mau gemuk, sebaliknya yang gemuk mau langsing, dst. Yang tinggal di desa mau di kota, yang di kota mau di desa. Kalau panas mau yang dingin, kalau dingin mau yang panas, dst. Masih bisa diperpanjang. Tidak pernah puas dan merasa cukup, yang pada akhirnya berkesimpulan bahwa hidup ini sulit, susah, dst. Karena selalu merasa tidak cukup.  Lalu kapan cukupnya?.
Oleh sebab itu, mari kita belajar berkata : Cukup .

Firman Tuhan kepada kita hari ini berkata : “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa : Sesungguhnya hidup ini sederhana. Asal ada makanan dan pakaian cukuplah. Tapi kitalah yang membuat hidup ini ribet.

Hidup jadi ribet dan ruwet, karena kita sendiri yang buat njelimet. Ada nasi maunya mie. Dikasih supermie, minta ifumie. Ada baju biru, maunya yang merah. Ada merah maunya yang kuning, dst. Hidup jadi ribet. Karena tidak bisa berkata cukup pada keinginan diri.

Sadari bahwa hidup itu adalah soal pilihan dan keputusan. Ada dua pilihan di sini, silahkan pilih. Pilih hidup ruwet atau tidak ruwet. Rahasia hidup ruwet: ikuti apa maumu dan ikuti segala keinginanmu. 
Rahasia hidup tak ruwet: belajar berkata CUKUP.

Melalui Firman Tuhan hari ini, mari kita menata hidup dengan benar dengan mulai berkata: CUKUP.

Doa Pribadi :
- Berdoa untuk yang sakit, berduka, yang undur imannya.
- Berdoa untuk Panitia dan acara HUT GKI Coyudan ke 75.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.