BELAJAR DARI SEMUT
Bacaan: Amsal 6 : 6 - 23.
"Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak; biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring?. Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?. Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring".
Amsal 6 : 6 - 10
Masih ingat lagu Mbah Surip ?. Baik, saya kutip sebagian syairnya:
"Hey, bangun kerja hahaha....
Ok. Biar I love you full hahaha....
Bangun tidur, tidur lagi.
Bangun lagi, tidur lagi.
Bangun...tidur lagi hahaha.....!. dst.
Apa yang tersirat dibenak anda ketika mendengar lagu yang syairnya seperti itu ?. Secara umum, orang berpikiran bahwa ini nyanyian tentang pemalas....hahaha !.
Nas bacaan kita memberitakan seruan atau perintah kepada pemalas untuk pergi kepada semut dan mengamati serta memperhatikan lakunya. Sangat ironis. Manusia yang berakal budi harus belajar kepada semut. Tapi harus demikian. Sebagai manusia yang berakal budi, harus belajar dari siapapun hal2 yang baik, termasuk kepada semut.
Terhadap semut, kadang kita tidak memperhatikan lakunya, tapi sebaliknya : hanya ngomel ketika kita menemukan dimana mana ada semut. Semut itu tidak hanya bekerja untuk keperluan hari ini, tapi untuk masa depan. Perhatikan kata Firman Tuhan : "biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen".(8-9).
Tantangan bagi panggilan hidup kita dalam hal bekerja adalah kemalasan, yang menyia-nyiakan waktu yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Dalam kitab Amsal ini, para pemalas diajukan pertanyaan : "Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?. Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" (9-10). Seperti lagu Mbah Surip. Hahaha !.
Pemalas menyia-nyiakan waktu bekerja selagi hari masih siang, pemalas menyia-nyiakan waktu bekerja selagi musim masih memungkinkan untuk bekerja. Maka Kitab Amsal memberi pengajaran supaya belajar dari semut, yang walaupun tidak ada yang mengawasi dan mengaturnya, semut selalu giat bekerja.
Mari kita belajar dari semut. Tinggalkan kemalasan dan mau tidur2 saja. Mari kita gali segala potensi yang kita miliki. Pasti akan selalu ada jalan untuk berbuat yang terbaik untuk diri kita, sesama dan untuk kemuliaan nama Tuhan. Mau belajar dari orang2 yang rajin, termasuk dari semut.
Bangun....bekerja dan tidak tidur aja....hahaha. Amin.
Doa Pribadi :
- Berdoa untuk bangsa dan negara termasuk pemerintah.
- Berdoa untuk gereja dan pelayanannya.