BEKERJA MEMBERI BUAH
“Sesungguhnya, bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Namun, jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.
Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.”
(Filipi 1 : 21-22 TB2)
Tidak pernah terbayangkan oleh Lana bahwa keputusannya untuk menetap di sebuah kota kecil membuatnya pada akhirnya menemukan apa yang disebut arti kehidupan. Sempat ragu dan bertanya pada Tuhan: “Tuhan, apa ya yang akan aku lakukan di sana nanti ?” Tidak perlu menunggu lama, Tuhan memperlihatkan ladang pelayanan yang begitu luas pada Lana. Meski awalnya Lana tidak percaya bahwa itulah yang Tuhan mau untuk dia kerjakan, dengan berjalannya waktu akhirnya Lana mengerti dan memahami bahwa Tuhan mau supaya Lana tidak menjalani hidup yang biasa-biasa saja tetapi hidup yang menghasilkan buah. Mengerjakan bagian pelayanan di sosial kemasyarakatan, sungguh disyukuri oleh Lana. Ia melihat apa yang ia kerjakan adalah ladang yang Tuhan anugerahkan padanya. Itulah yang membuatnya bersemangat setiap hari. Memberikan waktu untuk berbagi untuk sesama yang kurang beruntung, membuat Lana sungguh menemukan arti hidup dalam panggilannya.
Setelah perjumpaannya dengan Tuhan di Damsyik, Rasul Paulus berkeinginan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan hidup yang Tuhan anugerahkan. Bagi Paulus, bila ia harus tetap hidup itu adalah kesempatan bekerja untuk memberi buah. Ia menyadari bahwa selama Tuhan masih memberinya kesempatan, maka ia harus berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan tugas yang Tuhan percayakan padanya dengan sebaik-baiknya, yaitu menolong umat untuk bersukacita di dalam iman kepada Kristus, tetap berdiri teguh dalam iman kepada Kristus dan tetap memberitakan Injil dalam masa yang sulit. Kasih Paulus yang begitu besar pada Kristus mendorongnya untuk menghasilkan buah bagi Kristus sebagai misi utama hidupnya.
Kehidupan yang Tuhan anugerahkan dan percayakan pada kita saat ini adalah sebuah kesempatan untuk bekerja memberi buah. Maka marilah kita memilih untuk menggunakan waktu dengan baik demi tujuan dan panggilan kehidupan kita. Buah-buah yang kita hasilkan menjadi berkat bagi sekitar dan kemuliaan bagi nama Tuhan. Mari bekerja memberi buah. Tuhan memberkati.
(Pnt. Kardiana Jumaini)