BAPTISAN TUHAN ADALAH TANDA PENGHARAPAN
Markus 1:4-11
Peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis mengandung makna yang sangat penting dalam rangkaian karya penyelamatan Allah atas manusia. Baptisan yang dilakukan Yohanes adalah baptisan pertobatan, artinya sebuah ritual pembasuhan bagi orang yang mengaku dosa dan berniat untuk bertobat. Maka pertanyaan kita adalah bagaimana dengan Yesus? Bukankah Yesus, Sang Mesias tidak berdosa? Yohanes sendiri sudah menyatakan kesaksiannya tentang Yesus, “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa….” (Ayat 7) Ini menegaskan bahwa Tuhan yang mendatangi manusia. Ia yang berkuasa mengampuni dosa dan akan mengaruniakan Roh Kudus pada setiap orang percaya. Karena itu Yohanes memandang dirinya tidak layak sekalipun hanya untuk membuka tali kasut Sang Juru selamat.
Inilah yang Yesus tunjukan saat Ia datang memberi diri dibaptis. Baptisannya tidak dimaknai bahwa Dia berdosa, melainkan karena Yesus mendatangi dan siap masuk dalam kehidupan dunia. Penyerahan diri Yesus untuk dibaptis menjadi sebuah keteladanan rendah hati, siap menanggung dosa dunia. Inilah yang disebut Rasul Paulus dalam Filipi 2:6 mengenai pengosongan diri. Penegasan Yesus tidak berdosa juga dinyatakan melalui suara Allah yang menyatakan bahwa “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Mrk 1: 11). Hal itu menunjukkan bahwa pembaptisan Yesus ini menjadi tanda yang memberi pengharapan bagi umat yang sama-sama dibaptis.
Baptisan kita menjadi satu dengan baptisan Yesus. Kita dipercik oleh air yang serupa dengan percikan darah Kristus, Sang Anak Domba Allah. Leleran air yang membasuh kepala kita hingga turun ke bawah tubuh menjadi sebuah tanda kudus bahwa kita telah diperkenankan oleh Allah. Maka pertanyaannya adalah bagaimana dengan penghayatan baptisan kudus itu dalam kehidupan kita? Baptisan yang kita terima sekali untuk selamanya, namun penghayatan pertobatan hidup tidak hanya sekali, namun setiap hari kita upayakan dan perjuangkan. Penghayatan itu sebagai respons iman kita terhadap anugerah yang kita terima dari Tuhan melalui Kristus. Selamat menghayati baptisan Tuhan, baptisan kita, dan pertobatan hidup.
(Pdt. Daniel Kristanto Gunawan)