BAGI TUHAN TAK ADA YANG SUKAR
MARKUS 16:1-8
Dalam kehidupan ini, siapa yang tidak memiliki persoalan? Sebagai orang dewasa kita sering berpikir, paling enak jadi bayi sampai balita, adanya cm bermain, senang-senang, tidak ada masalah.
Saya melihat ada sebuah video, ada bayi yang nangis terus, kemudian datang ibunya dan memberikan susu kepada bayi itu, tapi bayi itu tidak mau dan tetap nangis. Kemudian ibunya menggendongnya, tapi bayi itu tetap nangis. Ibunya bingung, mungkin kepanasan, lalu dikipasi, tapi bayi itu tetap nangis.
Dalam video lalu muncul tulisan, "siapa bilang bayi itu nggk punya masalah. Kakiku gatal dan nggk bisa nggaruk, tapi ibu malah kasih susu, digendong, dikipasi, itu semua nggk mengurangi rasa gatal di kaki.
Bagi kita orang dewasa itu bukan masalah, karena kita bisa mengatasinya sendiri,namun masalah besar rupanya bagi mereka yang tidak bisa mengatasinya.
Persoalan yang dihadapi manusia bisa kecil, sedang, besar bahkan besar sekali.
Menjadi takut adalah hal yang biasa dialami manusia, karena kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi.
Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome, pergi membeli rempah-rempah untuk meminyaki Tuhan Yesus. Mereka sadar bahwa untuk bisa mencapai tujuannya, mereka akan menghadapi kesulitan besar. "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" (ayat 3). Kekuatan mereka sebagai perempuan, meskipun kekuatannya digabungkan tidak akan cukup untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah itu. Tetapi meski begitu, mereka tidak menyerah dan berbalik arah, mereka tetap melangkah menuju kubur. Apa yang tidak mungkin untuk selesaikan, apa yang sukar untuk mereka hadapi, tidaklah sukar bagi Tuhan, tidaklah mustahil bagi Allah. Kubur itu tidak bisa membatasi kuasaNya, Allah sanggup untuk menggulingkan batu besar penutup pintu kubur. Tuhan adalah Allah yang hidup, bukan Tuhan yang mati, Dia tetap dengan kekuatan dan kekuasaanNya yg tidak terbatas, tak ada yang tak bisa diselesaikanNya.
Sekalipun perempuan-perempuan pergi dengan kebingungan bagaimana menghadapi masalahnya, namun pada akhirnya mereka pulang dengan sukacita, dan sukacita itu bukan hanya bagi mereka namun juga bagi murid-murid Tuhan Yesus.
Ketika mereka tidak menyerah dengan masalah, mereka melihat dan mengalami karya besar untuk diberitakan kepada orang lain.
Dalam kehidupan pada sekarang, ada banyak batu-batu besar yang kerap membuat takut, bingung, tetapi percayalah, Allah sanggup melakukan karya lebih daripada apa yang kita pikirkan. Tak ada yang Dia tak sanggup, tak ada yang Dia tak mampu, teruslah melangkah, jangan menyerah dan berbalik arah, Dia yang bangkit dan hidup ada di depan kita, mendahului kita dan Dialah yang membuka jalan bagi kita.
Tuhan kiranya memberkati ????????
Pokok Doa:
1.Sesama dalam berbagai pergumulan
2.Bangsa dan negara
3.Gereja dalam mengerjakan misi Allah
Maria S