BADAI PASTI BERLALU
Kisah Rasul 27:14-37
Ketika saya bertugas melayani jemaat di Pulau Bunyu Kaltara selama 4 tahun, seringkali harus naik kapal. Bila laut tenang, para penumpang bisa santai, bercengkrama satu dengan yang lain. Ada yang bernyanyi bersama. Tapi jika laut tidak bersahabat, maka kacaulah seluruh penumpang. Ada yang berteriak histeris, ada yang menangis, ada yang muntah2 dan berbagai perasaan. Bahkan pernah ada kapal yang tenggelam dan anggota jemaat saya, separuh keluarga jadi korban. Ayah dan 3 anaknya meninggal, ibu dan ketiga anaknya selamat. Jadilah saya melayani upacara kematian 4 orang sekaligus. Ini pengalaman yang tak terlupakan.
Banyak resiko dalam perjalanan di laut.
Bacaan kita hari ini bercerita tentang perjalanan Paulus berlayar menuju Roma untuk naik banding atas perkaranya. Dalam perjalanan ini, kapal yang ditumpanginya menghadapi angin badai yang dahsyat. Bayangkan, bukan hanya beberapa jam, setengah hari atau sehari. Ini tiga hari dilanda badai terus menerus. Para penumpang mulai putus-asa. Semua muatan kapal sudah dibuang kelaut. Keadaan gelap karena mereka tidak melihat matahari maupun bintang2. Angin badai yang dahsyat terus mengancam mereka, sehingga mereka menjadi putus-asa.
Dalam keadaan yang kritis itu, Paulus berdiri dan berkata kepada mereka : "Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini aku menasehatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri disisiku, dan Ia berkata: Jangan takut Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada ber-sama2 dengan engkau dikapal ini akan selamat karena engkau. Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara2! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku" (22-25).
Paulus dengan imannya menguatkan dan menghibur serta meyakinkan mereka bahwa mereka akan selamat. Paulus tidak berbicara dari dirinya sendiri, tetapi Paulus menyampaikan apa yang disampaikan Allah yang ia sembah melalui malaekat semalam. Dalam keadaan yang genting, Tuhan menyatakan diri kepada hamba-Nya Paulus bahwa mereka semua akan selamat.
Kehidupan kita bagaikan kapal yang sedang berlayar disamudera dunia ini. Dalam pelayaran ini, tidak jarang angin bertiup sepoi2 dan laut tenang; tetapi kadang angin bertiup kencang bahkan angin badai menggoncang kehidupan ini. Badai berupa sakit penyakit, kehilangan pekerjaan, kehilangan anggota keluarga yang kita kasihi, tidak lulus ujian, usaha bangkrut, dst. Semuanya mengancam, memporak porandakan pelayaran kapal hidup kita dan membuat kita putus-asa.
Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, sama seperti Paulus, mari kita melihat dan meyakini bahwa Allah setia pada janji-Nya. Pikiran dan kemampuan kita terbatas, tetapi bagi Allah kita di dalam Yesus Kristus tidak ada yang mustahil. Kita memang tidak mengharapkan badai itu datang, tetapi kita harus yakin bahwa Allah kita berkuasa atas badai. Kita harus tenang dan tabah. Kita harus yakin bahwa di dalam Tuhan, badai pasti berlalu. Amin.
Doa Pribadi:
- Berdoa untuk bangsa dan negara.
- Berdoa utk mereka yang sedang menghadapi badai hidup.
- Berdoa untuk gereja dan pelayanannya.
Pdt. Em. Anthon Karundeng