ANTIKRISTUS
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 8 April 2025
Bacaan: 1 Yoh 2:18-28
Antikristus
Percaya dan pengenalan adalah hal yang saling berkaitan. Sudah seharusnya kita tidak dpaat percaya kepada orang yang tidak kita kenal, dan percaya justru kepada orang yang kita kenal. Demikian juga pengenalan itu haruslah benar dan tepat, karena kalau tidak kita justru bisa percaya kepada orang yang salah. Maksudnya adalah demikian orang percaya, ketika kita mengaku percaya kepada Yesus Kristus, kita haruslah menjadi orang yang sungguh-sungguh mengenali Kristus dengan benar. Jika pengenalan kita keliru, maka kita akan percaya kepada tuhan yang salah!
Dalam suratnya, Yohanes sedang memberikan kekuatan kepada jemaat untuk menghadapi golongan-golongan antikristus. Mereka ini adalah orang-orang yang menyangkali kemanusiaan Yesus dan tidak percaya akan keselamatan yang dikerjakan Tuhan melalui Yesus (ay. 22). Ajaran mereka disebut doketisme yang juga berasal dari ajaran gnostik. Mereka menyangkali Yesus sebagai anak Allah, dan justru menganggap Yesus tidak termasuk bagian dari Allah (1 Yoh. 4:3). Hal ini adalah sebuah kekeliruan ynag fatal.
Ironisnya ajaran dan paham ini justru muncul dari orang-orang percaya sendiri (ay. 19). Hal ini menunjukkan pentingnya pengenalan yang benar akan Tuhan. Pengenalan yang keliru atau bahkan penafsiran yang sembarang akan membuat kita justru menjadi percaya kepada Tuhan yang keliru. Lebih parah lagi kalau sampai akhirnya kita lebih meninggikan pandangan manusia daripada pengenalan yang benar akan Tuhan. Karena tentu semua kesesatan justru berawal dari pandangan manusia berdosa.
Kita perlu sungguh-sungguh merenungkan hal ini. Antikristus bukanlah ajaran yang terlihat jelas kekeliruannya. Melalui pandangan dan pendapat manusia yang kemudian berusaha menggunakan logika berpikir, ajaran ini kemudian mampu mengelabuhi pandangan tentang kebenaran Tuhan. Pada akhirnya orang-orang percaya lah yang justru rentan mengadopsi ajaran ini.
Kembali lagi bahwa pengenalan yang benar itu akan membawa kita kepada Tuhan yang benar. Sehingga Yohanes juga berkata bahwa setiap kita yang sudah mendengar tentang Kristus dan mengenalinya perlu sungguh-sungguh mendalami itu dan tinggal di dalam pengenalan itu (ay. 21, 24). Selain itu kalau manusia berdosa membawa pengenalan yang keliru, maka pengenalan yang benar itu berasal dari Allah sendiri. Yohanes berkata bahwa orang-orang yang sungguh percaya beroleh pengurapan-Nya, dan dari itulah kita dapat mengenal Tuhan yang benar (ay. 27).
Marilah kita sungguh-sungguh memohon kepada Tuhan agar kita diberikan hikmat untuk dapat mengenal Tuhan dengan benar. Bukan hanya mengandalkan pandangan manusia atau pandangan diri sendiri. Saat ini dunia sudah mulai dirusak oleh standar moral manusia berdosa. Semua orang ingin menentukan apa yang baik menurut pribadinya masing-masing, sehingga akhirnya mengaburkan kebenaran. Jangan tinggikan manusia! Jangan tinggikan pengetahuan manusia! Andalkan hikmat Tuhan, dan belajarlah dengan sungguh mengenali Tuhan yang benar melalui firman Tuhan! Dengan demikian kita akan menjadi orang yang sungguh percaya kepada Tuhan yang benar dan beroleh hidup kekal sesuai janji-Nya (ay. 25). Tuhan menolong dan menguatkan.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Kondisi kesejahteraan bangsa dan negara dengan keputusan-keputusan pemerintah yang bergejolak
3. Persiapan rangkaian kebaktian paskah
4. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen