ANGKATLAH TERANGMU

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Markus 4:21

Pernahkan Bp/Ibu/saudara mengalami listrik padam pada saat malam hari? Apa yang Saudara lakukan? Kita akan berjalan dengan sangat hati-hati karena kita tidak dapat melihat apa-apa di sekitar kita. Mau mengambil langkahpun perlahan-lahan, karena jika tidak berhati-hati kita bisa saja terbentur sesuatu atau kaki kita tersandung dan bisa saja kita terjatuh. 

Pada saat dalam kegelapan seperti itu, yang kita butuhkan tidak lain adalah terang; entahkah itu lampu senter, lampu HP atau lilin untuk menerangi sekeliling kita. Tanpa terang kita tidak akan dapat mengambil langkah dengan baik, dan bisa saja kita justru menabrak sesuatu dan merusak atau bahkan menabrak dan mencelakai orang lain.

Itulah yang terjadi pada orang-orang yang tidak mengenal terang, mereka yang hidup dalam gelapnya hati nurani. Mengambil langkah hidup ke sana kemari tanpa melihat dengan jelas sehingga ada banyak hal yang dirusakkan dan terluka oleh pemikiran, perkataan dan perbuatan mereka. 

Di tengah kondisi dunia yang dipenuhi orang-orang dalam kegelapan ini diperlukan terang untuk membuat mereka mengerti keadaan lingkungan sekitarnya. Terang kebenaran firman Tuhan itu akan menerangi mata hati setiap orang yang membuka matanya dan mulai mengambil langkah yang benar. 

Tetapi sebagaimana bacaan kita hari ini mengatakan bahwa pelita itu tidak diletakkan di bawah gantang, tetapi di atas kaki dian, demikian halnya kehidupan kita sebagai terang-terang kecil Allah perlu untuk meletakkan kebenaran firman Tuhan itu di ”tempat yang tinggi” (pada kaki dian). Maksudnya yaitu agar kita berani menunjukkan kepada dunia bagaimana cara hidup yang benar menurut kehendak Allah. 

Ketika menghadapi kesusahan kita tetap bersyukur untuk hal baik yang masih ada. Pada saat dalam pergumulan, kita tidak perlu berpura-pura semua baik-baik saja, tetapi tidak perlu juga mengeluh dan menyalahkan keadaan atau orang lain. Kita tetap bekerja dengan tekun walaupun mungkin ada banyak kesulitan dan tantangan di hadapan. Tetap berlaku lurus walaupun sekeliling kita berbuat curang. Yang artinya bahwa pelita itu harus tampak dalam kehidupan sehari-hari kita (sebagai kaki dian).

Sebab apalah artinya apabila kita tahu firman Tuhan dan percaya kepada Tuhan, tetapi kehidupan kita seperti pelita di bawah gantang ? Iman kita tidak tampak dalam kehidupan sehari-hari kita untuk menjadi terang bagi orang lain ?! Angkatlah terangmu ! Dan selamat menjadi pelita-pelita kecil Allah yang tampak dan membawa dampak. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk pemulihan hati bagi orang-orang yang memiliki luka batin.

2. Untuk ketabahan dan keteguhan iman bagi mereka yang dalam kelemahan karena usia lanjut ataupun karena sakit penyakit.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.