ALLAH YANG, TAK PERNAH DIRAGUKAN!

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

RENUNGAN HARIAN 

GKI COYUDAN 

SABTU 26 OKTOBER 2024 


ALLAH YANG, TAK PERNAH DIRAGUKAN! 

Ayub 38:1-2 (BIMK)  Kemudian dari dalam badai TUHAN berbicara kepada Ayub, demikian: 

"Siapa engkau, sehingga berani meragukan hikmat-Ku dengan kata-katamu yang bodoh dan kosong itu? 


Kerap kali di dalam badai hiduo yang kita, jalani, kita merasa mulai meragukan keputusan Tuhan. Kita merasa seharusnya tidak terjadi seperti ini!. Ini pasti salah!. Harusnya keputusan hidup tak boleh seperti ini! Semua daya dan upaya dilakukan untuk berusaha menolak badai. Seperti yang dirasakan dan dilakukan oleh Ayub kepada Allah. Ayub terkenal sebagai  orang yang paling saleh. Namun dalam penderitaan yang Tuhan ijinkan twrjadi padanya dengan bertubi-tubi, Ayub pun hancur dan mulai untuk meeagukan keputisan hikmat Allah dalam menjalani penderitaanNya. Ia marah, ragu dan merasa bahwa ia tak selayaknya hidup menderita seperti ini. Namun ketika ia bertanya dan melakukan hal-hal demikiran, Allah menjawab semua tuntutan Ayub kepadaNya di dalam badai. Allah bertanya siapakaj Ayub yang berani-beraninya meragukan keputisan hikmat Allah? Siapakah Ayub yang merasa ia pantas untuk meragukan pertimbangan Allah dalam mengambil keputusan di dunia ini? Siapakah Ayub yang berani menempatkan dirinya sebagai manusia yang tahu akan hikmat Allah? 

Allah bertanya kepada Ayub, belasan bahkan puluhan pertanyaan tentang apakah Ayub tahu  akan segala sesuatu yang Allah kerjakan di dunia ini. Mendengan hal itu, tentu Ayub tak bisa menjawab apa-apa. Ia menyadaei bahwa ia hanya manusia biasa yang tak dapat mengerti keputusan Allah dan hikmat Allah dalam menjalankan hidup ini. 

Keluarga yang terkasih, tentu kita pernah atau mungkin saja sedang menjalani badai kita masing-masing. Keluarga kita sedang hidup dalam tanya mengapa hal ini terjadi pada keluarga kami? Namun kiranya Firman Tuhan hari ini membuat kita yakin pada Allah yang tak mampu kita selami hikmat dan keputusanNya mengatur dunia ini. Percayalah, bahwa ketika IA mengatur hidup ini begitu rupa, Ia juga sedang mengatur hidup keluarga kita. Kuasanya kasih san HikmatNya yang melampaui segala akal tak dapat kita ragukan lagi!

Doa pagi: 

"Ya Bapa kiranya keluarga kami sungguh bergantung pada hikmatMu yg menjaga dan menuntun hidup kami sekalipun badai harus kami lewati. Amin" 


Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.