ALLAH YANG MENGENAL
Yesaya 42:5-9
Jaman dahulu sebelum ada media sosial dan alat komunikasi seperti sekarang ini, ada seorang pemuda yang memiliki sahabat pena di luar negeri yang berjanji bahwa suatu hari kelak ia ingin mengunjungi sahabatnya itu jika ada kesempatan. Mereka bertukar informasi melalui surat menyurat yang menceritakan deskripsi mereka masing-masing : bentuk wajah, warna rambut, dan berbagai informasi khusus tentang diri mereka (pada saat itu foto belum menjadi hal yang biasa). Tetapi tiba-tiba surat-suratnya terputus dan tidak lagi terbalas dikarenakan terjadi wabah penyakit di negara sahabatnya itu.
Setelah bertahun-tahun lamanya dan wabah itu sudah dinyatakan dapat diatasi, pergilah dia ke negeri sahabatnya dan pergi mencari kabar tentang sahabatnya itu. Ketika ia sampai di alamat rumah sahabatnya itu segera dari kejauhan ia mengenali sahabatnya demikian juga sahabatnya mengenalinya dan merekapun saling memeluk dan berbagi suka-duka bersama.
Demikian halnya Allah memandang umat sebagai yang dikasihi-Nya. Melalui nubuat-nubuat para nabi, Allah memperkenalkan Diri-Nya dengan ciri-ciri yang khusus dan gambaran tentang Diri-Nya yang unik kepada umat-Nya. Dan umat sebagai yang terhilang oleh karena dosa, dicari, ditemukan, dan hendak diselamatkan-Nya; tetapi sayang umat-Nya telah gagal tidak mengenali DIA pada kedatangan-Nya yang pertama dan justru menyalibkan DIA.
Bukankah sesungguhnya nubuat-nubuatan para nabi adalah bentuk komunikasi Allah yang jelas agar kita mengenali DIA yang akan datang kembali untuk menyempurnakan keselamatan bagi kita ?! Karena itu marilah kita belajar untuk mengenali DIA setiap hari melalui firman Tuhan dalam Alkitab; agar kita dapat mengenal segala kehendak, pikiran, serta isi hati-Nya ! Agar kelak ketika DIA datang kembali dalam kemuliaan-Nya, kita mengenali DIA dan menyambut-Nya dengan penuh sukacita. Amin.
Pokok Doa :
1. Untuk kesehatan dan limpah hikmat Allah bagi para pelayan gereja.
2. Untuk kesatuan hati jemaat GKI Coyudan Solo (Pos Kebaktian Baturan Indah, Pos Jemaat Joyotakan dan Pos Jemaat Solo Baru).
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi