ALLAH MENGUATKAN & MEMAMPUKAN
Bacaan: Yeremia 1:4-10
Pada awal kitab Yeremia diperlihatkan bagaimana keraguan dan ketakutan yang dirasakan oleh seseorang yang bernama Yeremia, dalam proses panggilannya sebagai seorang nabi, di mana ketika Allah menugaskan Yeremia sebagai seorang nabi bagi bangsanya sendiri, ia menjawab Allah dengan berkata “Ah Tuhan Allah sesungguhnya aku tidak pandai berbicara sebab aku masih muda”.
Yeremia merasa dirinya tidak pantas untuk mengemban tugas sebagai seorang nabi, oleh karena merasa ia merasa bahwa tugas seorang nabi merupakan tugas yang berat, di mana para nabi sering menjalani hidup seorang diri, kerap kali dicemooh dan dianiaya. Dengan begitu, Yeremia diumur yang masih muda ini ia merasa ragu apakah ia mampu untuk mengemban tanggungjawab yang besar, ditambah dengan kekurangannya yang tidak pandai berbicara dimuka umum.
Pada ayat 8, Allah menjanjikan penghiburan bagi Yeremia dengan berkata: “Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau”. Allah berjanji akan menyertai dan membimbing mereka yang diutus guna melaksanakan tugas yang sulit dalam pelayanan-Nya. Namun tidak sampai disitu saja, Allah juga pada ayatnya 9 berkata bahwa: “Sesunggunya, Aku menaruh perkataan-perkataan Ku dalam mulutmu”, yang artinya Allah pun berkarya atas Yeremia dengan memperlengkapinya dalam menempuh tugas tanggungjawab yang harus ia emban sebagai seorang nabi.
Kisah perjalanan panggilan Nabi Yeremia ini seakan mengingatkan kita sebagai anak-anak Allah dalam menjalankan tugas panggilannya di dunia. Jelas bahwa Allah tidak ingin anak-anak-Nya berada di dalam keadaan rendah diri, terpuruk, dan merasa dirinya tak mampu menjalani sesuatu. Namun, Allah mengajak Nabi Yeremia dan kita, umat-umatNya dimasa kini untuk tidak perlu lagi ragu, tidak perlu lagi bimbang, dan gentar dalam menjalani tugas panggilan sebagai saksi Allah di dunia. Karena apa? Allah yang menetapkan kita anak-anak-Nya sebagai mitra-Nya yang mengabarkan Injil (kabar sukacita) di dunia, karena Ia sudah terlebih dahulu mengenal siapa kita. Lalu, Allah juga yang menyertai dan membimbing kita dalam setiap perjalanan dan tantang hidup yang kita hadapi. Dalam perjalanan pelayanan kita di dunia, Allah pula yang memperlengkapi kita dengan kuat kuasa-Nya agar kita mampu menerjang setiap tantangan yang ada. Oleh sebab, itu janganlah takut dan bimbang sebab Allah bererta kita, Amin.
Pokok Doa:
1. Pergumulan jemaat yang sedang sakit dan porses pemulihan.
2. Bangsa dan Negara.
3. Masa penghayatan Minggu Adven.
Raphael Timotius Suy