ALLAH MENGINGAT JANJI-NYA
Renungan Harian GKI Coyudan
Jumat, 27 Desember 2024
Allah Mengingat Janji-Nya
Kejadian 9:16-17 (TB2) Jika busur itu ada di awan, Aku akan melihatnya, dan mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk hidup, segala makhluk yang ada di bumi."
Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian yang Kubuat antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi."
Adakah yang pernah mendengar tentang Kintsukuroi? Ini merupakan salah satu kesenian dari Jepang dimana tembikar yang tadinya rusak/pecah lalu diperbaiki supaya pecahan-pecahannya disatukan kembali dengan pernis yang ditaburi/dicampur dengan bubuk emas/perak/platinum.
Ya, ketika benda-benda jatuh & pecah berkeping-keping, kadang cara termudahnya adalah membuang pecahan-pecahan tersebut, karena barang-barang itu kita anggap tidak berguna lagi.
Tapi, ternyata di tangan seniman, pecahan-pecahan itu bisa dibentuk menjadi karya seni yang menarik dan bernilai tinggi.
Apa yang dilakukan seniman tersebut dapat disebut re-creation/ penciptaan ulang : sesuatu yang sudah rusak, bahkan hancur dapat ditata kembali menjadi indah dan berharga.
Kisah re-creation atau penciptaan ulang juga dapat kita temukan dalam Kejadian 9:1-17. Allah menata ulang bumi yang telah hancur. Air bah telah menenggelamkan bumi, kehidupan telah hancur. Saat banjir telah surut, Allah memperbarui semua keadaan. Penataan ulang ini juga melibatkan peran manusia yang diwakili oleh keluarga Nuh sebagai orang benar yang berkarya. Dan semua pemulihan itu ditutup dengan Janji Allah yang kekal bahwa Ia tidak lagi akan memusnahkan bumi dengan air bah. Allah bahkan meletakkan busur-Nya/pelangi sebagai tanda perjanjian tersebut.
Tentunya bukan kepada Nuh saja perjanjian kekal itu berlaku, melainkan juga kepada kita sebagai orang percaya. Ia yang mengingat janji-Nya pada Nuh, juga adalah Allah yang sama yang mengingat janji-Nya pada setiap kita. Seperti halnya Nuh yang ikut ambil peran dan mengikuti perintah Tuhan hingga akhirnya Tuhan menyatakan janji-Nya untuk memulihkan keadaan yang telah rusak & hancur, maka dalam setiap pergumulan yang belum terjawab, Allah telah menjanjikan pemulihan itu juga, selagi kita pun juga mau taat dan berperan dalam proses pemulihan hidup kita. Bersediakah kita?
Pokok Doa :
- Persiapan ibadah minggu, ibadah kategorial dan ibadah tutup tahun
- Keamanan di masa libur natal & tahun baru
Rizki Listya Survinda