ALLAH BERKENAN PADA PERTOBATAN ORANG FASIK

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Yehezkiel 18:21-24

Banyak orang berpendapat bahwa yang Tuhan inginkan dari kehidupan kita adalah hidup dalam ketaatan ritual atau kehidupan yang sukses dan berlimpah berkat ! Tentu ini keinginan semua orang, dan baik untuk dilakukan. Tetapi tidak sedikit orang yang kemudian terjebak dan berhenti hanya pada kesalehan dan pertobatan ritual saja; dan jika sudah menghidupi sisi ritual keagamaan seolah itu sudah cukup untuk membawa dirinya pada perkenanan Tuhan.

Tetapi jika kita membaca Yehezkiel 18:21-24 kita menemukan bahwa sesungguhnya yang Tuhan kehendaki adalah pertobatan manusia ! Jadi, Tuhan tidak menghendaki kematian orang fasik, tetapi pertobatan hidup mereka ! Ini adalah sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan bukan ?! Karena biasanya kita berasumsi bahwa Tuhan suka menghukum dan membinasakan orang fasik, tetapi dibalik ”ancaman” kebinasaan itu ternyata sesungguhnya pertobatan orang fasiklah yang menjadi tujuan Allah !

Melalui kitab Yehezkiel ini kita diajak untuk melihat pada hati Tuhan untuk segenap ciptaan-Nya. Sekalipun Tuhan Allah tidak berkenan pada dosa, tetapi Tuhan berkenan pada pertobatan orang-orang berdosa ! Karena itu sebagai umat kepunyaan Allah, tanggung jawab kita bukanlah untuk menghakimi atau menghukumi orang-orang berdosa melainkan untuk menunjukkan jalan bagi orang fasik supaya mereka bertobat dan datang kepada Tuhan Allah sang Maha Pengampun !

Dan di sisi lain, kita tidak boleh lengah dan berubah setia dari Tuhan, sebab segala sesuatu yang kita lakukan bagi Tuhan dalam hidup kita akan menjadi sia-sia jikalau kita hidup kembali pada dosa-dosa kita. Karena itu tetaplah berpegang pada kebenaran firman Tuhan, seberat apapun perjalanan kehidupan kita yang ada di depan. Tetaplah pegang teguh Tangan Tuhan dan berjalan bersama dengan-Nya. Beritakanlah panggilan pertobatan, kasih dan pengampunan Allah disepanjang kehidupan kita. Amin.

Pokok Doa :
1.    Berdoa untuk orang-orang yang belum hidup dalam pertobatan.
2.    Berdoa untuk keteguhan iman sehingga tidak kembali pada kehidupan dalam dosa.

Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.