AKU DAN BUMIKU
RENUNGAN WARTA, 15 September 2024
BULAN MISI 2024 - SLIGHT OF LIGHT
Aku dan Bumiku
Bahan bacaan: Kejadian 1:25-31
“Kaya
nguyahi segara”, istilah ini seringkali dimaknai sebagai sebuah perbuatan
yang sia-sia, tidak ada maknanya. Tentu dari sisi positifnya, istilah ini dapat
memperingatkan kita untuk berhati-hati agar tidak sembarangan bertindak
sehingga hasilnya akan sia-sia. Tetapi yang seringkali dimaknai justru dari
sisi sia-sianya, sehingga daripada melakukan sesuatu yang tidak bermakna, lebih
baik tidak perlu bertindak.
Ketika Tuhan
menciptakan bumi dan seisinya kemudian mempercayai manusia untuk ambil bagian
dalam pemeliharaan, bukankah itu mandat yang sangat besar? Sebesar, sekuat,
atau sebanyak apakah manusia sehingga sanggup untuk menaklukkan bumi?
Data Juli
2024 menunjukkan bahwa jumlah penduduk bumi kira-kira sebanyak 8,2 milyar.
Jadi, kita masing-masing hanyalah 1/8.200.000.000, suatu jumlah yang sangat
tidak signifikan secara matematis. Tetapi jumlah yang tidak signifikan ini, di
hadapan Tuhan sangat berharga. Keberadaan kita bukan seperti nguyahi segara,
tetapi seperti nyala lilin kecil yang terang dan melenyapkan kegelapan.
Karena itu,
Tuhan tidak sedang salah langkah ketika mempercayai manusia untuk ambil bagian
dalam pemeliharaan bumi. Dia tahu potensi manusia yang diciptakan-Nya segambar
dan serupa dengan-Nya. Dan secara khusus, Dia berharap anak-anakNya bertindak
memelihara bumi. Alih-alih berpikir sia-sia kaya nguyahi segara, mari
menyadari bahwa sesuatu yang besar dimulai dari hal yang kecil. Sesuatu yang
sederhana akan memberikan dampak yang besar ketika melakukanNya bersama dengan
Tuhan.
Ada beberapa
hal yang dapat kita lakukan sebagai tanggung jawab iman kita terhadap bumi,
sebagai berikut:
<!--[if !supportLists]-->·
<!--[endif]-->Biasakan
berhemat penggunaan listrik dan air bukan hanya karena tagihan, tetapi demi
bumi kita.
<!--[if !supportLists]-->·
<!--[endif]-->Ganti
kantong plastik dengan tas belanja bukan hanya karena jadi berbayar, tetapi
demi bumi kita.
<!--[if !supportLists]-->·
<!--[endif]-->Buang sampah
pada tempatnya bukan karena sudah membayar iuran, tetapi demi bumi kita.
Dan banyak
lagi langkah sederhana yang bisa kita lakukan. Ayo, bersama-sama ambil langkah
untuk memelihara bumi kita. Tidak ada yang sia-sia jika kita lakukan dengan
sungguh-sungguh. Tuhan memampukan kita sekalian.
(Pnt. Novita Andriani)