(BUKAN) DONAT VIRAL

  •  Florencia Paramitha H.H.S.
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Rabu, 23 Juli 2025

Bacaan: Yohanes 6:41-51



(BUKAN) Donat Viral


"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya...” - Yohanes 6:51


Belakangan ini ramai diperbincangkan soal donat milik seorang artis yang harganya mencapai 200 ribu untuk 6 biji. Setelah dikritik oleh seorang food vlogger terkenal dalam sebuah review, justru makin banyak orang yang penasaran: seenak apa sih? Worth it nggak? Rupanya, manusia memang rela membayar mahal demi bisa merasakan sesuatu yang dianggap “premium”.


Hari ini Yesus bicara soal roti. Tapi bukan roti yang sekedar roti. Bukan roti viral. Tapi roti hidup, roti dari sorga, yang sangat tidak ternilai harganya, yang kalau kita makan, kita akan hidup selama-lamanya.


Apa artinya makan roti hidup ini?


Yesus tidak bicara soal makanan fisik. Dia mengajak kita untuk menjadikan hidup-Nya sebagai hidup kita. Seperti makanan yang masuk ke dalam tubuh menyatu dengan kita, Yesus ingin kasih-Nya, kerendahan hati-Nya, dan pengorbanan-Nya menjadi bagian dari diri kita. Inilah arti “memakan roti hidup”, yaitu menghidupi Yesus setiap hari.


Ini juga yang kita alami dalam Perjamuan Kudus. Roti dan anggur bukan sekadar simbol. Itu adalah persekutuan nyata dengan Kristus. Kita menerima tubuh-Nya agar hidup kita makin menyerupai-Nya, supaya kita pun bisa dipecah dan dibagikan dalam kasih bagi sesama.


Dan Yesus berjanji: “Ia akan hidup selama-lamanya.”

Apa artinya?

Bukan cuma hidup setelah mati. Tapi hidup yang sudah dimulai sekarang—hidup yang berakar dalam kasih Allah, hidup yang punya arah, pengharapan, dan tidak bisa dihancurkan oleh maut.

Hidup kekal adalah hidup yang berjalan bersama Kristus sekarang dan selamanya.


Jika begitu, pertanyaannya tidak lagi “Pernahkah kamu coba donat viral itu?”

Tapi: “Sudahkah kamu makan roti hidup dari Yesus?”

Sudahkah hidup Yesus terasa nyata dalam tindakanmu hari ini?


Karena hanya roti dari Yesus yang benar-benar mengenyangkan jiwa dan memberi sebuah kehidupan yang tidak berakhir.


Doa Pribadi

Tuhan Yesus, Engkaulah roti hidup yang memberi kami kekuatan dan pengharapan. Ajarlah kami untuk bukan hanya percaya kepada-Mu, tapi juga menghidupi kasih dan pengorbanan-Mu setiap hari. Kiranya hidup kami menjadi pantulan kasih-Mu bagi dunia yang sedang terluka. Amin.


Florencia Paramitha H.H.S.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.