TETAP MILIKI PENGHARAPAN
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
JUM'AT, 17 JULI 2026
TETAP MILIKI PENGHARAPAN
Ibrani 6:19-20
( Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, dimana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, dengan menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya, menurut aturan Melkisedek)
Putus asa bisa terjadi dalam kehidupan manusia dari anak-anak sampai yang sudah berusia lanjut.
Putus asa bisa terjadi karena berbagai macam faktor : realita yang tidak sesuai harapan, tekanan yang dialami, tuntutan-tuntutan, kegagalan - kegagalan.
Ada yang sudah berusaha tetapi belum menemukan jalan keluar, dan pada akhirnya menyerah karena merasa bahwa semua usahanya akan sia-sia saja, namun ada juga yang begitu masalah datang langsung menyerah. Apalagi dalam kondisi saat ini, banyak orang menjadi tawar hati, putus harapan, tidak lagi ada semangat, tekanan semakin hari semakin berat, kebutuhan harus terpenuhi dan justru ada banyak orang yang harus kehilangan pekerjaan. Banyak orang merasa tidak lagi ada jalan, tidak ada lagi harapan, tak ada asa, semua terasa berat dan gelap.
Penulis surat Ibrani mengingatkan kepada kita untuk tetap memiliki pengharapan.
Sebagai orang- orang yang percaya kepada Kristus, pengharapan kita bukan kepada harta, tahta, kuasa dan pengetahuan serta kemampuan kita. Pengharapan kita adalah kepada Kristus. Kita tidak bisa menaruh harapan kita kepada manusia, siapapun dia, karena manusia tetaplah memiliki keterbatasan, dia bisa berubah kapan saja, dan akhirnya kita menjadi kecewa. Harta, tahta, kekuasaan dan kemampuan, bisa hilang dalam sekejap mata. Tetapi pengharapan kepada Kristus tidak pernah mengecewakan, pengharapan kepada Kristus adalah sauh yang kuat dan aman.
Sauh atau jangkar adalah alat kait yang digunakan untuk mengaitkan kapal ke dasar laut agar kapal tidak hanyut terkena arus ataupun ombak.
Setiap orang percaya, yang menaruh harapannya pada Tuhan, dia akan kuat dan tidak akan terombang-ambing oleh derasnya arus dan gelombang permasalahan hidup. Dia adalah Allah yang bisa diandalkan, Dia tak pernah berubah.
Dalam Pengkhotbah 9: 4 dikatakan: Tetapi, siapa yang termasuk diantara orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati.
Ayat ini mengingatkan supaya jangan sampai kita kehilangan harapan. Selama kita hidup, harapan itu masih selalu ada. Kalau manusia hidup, tetapi sudah tidak ada harapan, maka sesungguhnya sama dengan orang yang sudah mati.
Saat ini, mungkin ada yang sedang berada dalam perjuangan untuk mendapatkan pemulihan kesehatan, ada yang sedang berjuang untuk pemulihan ekonomi, ada yang terus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan, ada yang masih tetap berjuang dalam pemulihan relasi di tengah keluarga, atau dalam pekerjaan, atau bahkan juga dalam pelayanan. Tetap semangat, Tuhan kita tak kan pernah meninggalkan kita. Jika kita meletakkan pengharapan kepada Kristus, maka badai yang mengamuk tak akan membinasakan kita, gelombang yang besar,tak akan menghancurkan kita. Hiduplah dalam pengharapan kepada Kristus, tetap semangat meski hidup tak selalu mudah. Jangan biarkan semangat menjadi padam dan sirna, selalu ada cahaya bagi setiap orang yang percaya kepadaNya.
Tuhan Yesus memberkati ????
Pokok Doa:
1.Saudara-saudara yg sedang berada dalam perjuangan
2.Perekonomian bangsa
Maria S