ANAK-ANAK MERDEKA
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 21 Juli 2026
Bacaan: Galatia 4: 21- 5:1
Anak-Anak Merdeka
Banyak orang berpikir bahwa jika sudah merdeka, maka sudah bebas. Pada kenyataannya merdeka, bukanlah kebebasan yang tidak beraturan. Seperti bangsa Indonesia yang merdeka, bukan berarti sekarang rakyatnya hidup bebas, melainkan rakyat harus tetap hidup mempertahankan kemerdekaan yang sudah ada, yakni dengan mengusahakan kesejahteraan bangsa. Lalu bagaimana dengan kemerdekaan Kristen?
Dalam suratnya Rasul Paulus menjelaskan kemerdekaan dengan dua sosok. Dua orang ini adalah figur penting dalam sejarah manusia juga khususnya orang Yahudi. Mereka adalah Hagar dan Sara. Siapakah mereka? Sara adalah istri Abraham, sedangkan Hagar adalah hamba Sara. Pada waktu itu Tuhan berjanji akan memberikan keturunan bagi Abraham, tetapi mereka menyadari bahwa Sara mandul dan tidak bisa memiliki anak. Lalu akhirnya Sara menyuruh Abraham untuk memiliki keturunan dari Hagar. Demikianlah akhirnya, Hagar melahirkan anak bagi Abraham, yang mana itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan sebab Abraham justru memiliki keturunan bukan dari istrinya. Sekalipun demikian pada akhirnya Sara pun mengandung anak dari Abraham dan melahirkan seorang anak sesuai dengan janji Tuhan.
Maka dari itu Paulus membedakan antara Hagar dan Sara dengan berkata bahwa anak yang dilahirkan Hagar diperanakkan menurut daging. Artinya bahwa anak-anak itu dilahirkan karena keinginan Abraham dan Sara saja, bukan kehendak Tuhan. Sedangkan Sara disebut sebagai Yerusalem sorgawi adalah peremupuan merdeka yang melahirkan anaknya menurut perjanjian Allah. Lalu Paulus dengan tegas mengatakan bahwa umat Tuhan sekarang ini bukanlah umat yang hidup menurut daging, melainkan umat merdeka yang hidup menurut janji Allah.
Pada akhirnya Paulus juga mengungkapkan bahwa kemerdekaan itu bukanlah usaha kita semata. Sebab itu telah dilakukan oleh Yesus Kristus. Oleh sebab itulah, kita seharusnya lebih yakin dan tidak ragu. Tetap berdiri teguh di dalam Tuhan dan janji-Nya, sekalipun mengalami penderitaan dan persoalan hidup. Percayalah pada janji penyertaan Tuhan, dan terus teguh setia mengikut Dia.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Rangkaian bulan anak
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen