RENDAH HATI = MAU MENDENGAR
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN
SELASA 19 AGUSTUS 2025
RENDAH HATI = MAU MENDENGAR
Amsal 18:12-13 (BIMK) Orang yang angkuh akan jatuh, orang yang rendah hati akan dihormati.
Menjawab sebelum mendengar adalah perbuatan yang bodoh dan tercela
Kerendahan hati adalah salah satu karakter utama Kristus. Maka, sebagai murid-murid Kristus dimasa kini, jika kota tak mempunyai dan tak mengusahakan karakter yang satu ini, kita bukanlah murid Kristus. Wow. Tajam sekali bukan? Jawabannya: YA. Mengapa demikian tegas dan tajam pernyataan ini? Karena rasanya tidak masuk akal ketika kita hidup menyembah Kristus tetapi kita tak mau belajar meneladani kerendahan hati Kristus. Tentu ini tak bermaksud kita harus sempurna tanpa cela. Bukan demikian. Namun kesadaran dan komitmen penuh serta kesungguhan total agar kerendahan hati menjadi bagian dari identitas keseharian kita itulah yang menjadi sangat penting. Kerendahan hati haruslah dilatih dan diupayakan setiap hari karena hal ini tidak dapat jatuh dari langit begitu saja. Salah satu latihan yang diajarkan Amsal hari ini adalah: melatih kerendahan hati dengan BELAJAR MENDENGAR SEBELUM MENJAWAB. Mendengar sejatinya adalah sebuah latihan rohani yang akan membuat kita terbiasa menahan keegoisan dan kepentingan pribadi kita. Dengan mendengar kita memahami terlebih dahulu suara orang lain, belajar menghormati keberadaan orang lain dan menghargai hak mereka sebagai manusia yang setara dengan kita. Dengan demikian kita akan belajar semakin rendah hati dan tidak menganggap bahwa pendapat dan kehadiran kitalah yang paling penting di dunia ini. Ingat, seperti yang kitab Amsal katakan bahwa orang yang angkuh akan jatuh. Artinya: tak ada kesombongan dan keangkuhan yang membawa berkat. Justru ia akan membawa kutuk dan keburukan!. Sedangkan orang yang rendah hati justru akan menjadi orang yang dihormati. Hal ini jelas sekali karena orang yang rendah hati, terlebih dahulu menghormati keberadaan dan suara orang lain. Inilah yang dilakukan Kristus bagi kita. Dalam kerendahan hatiNya, IA sangat menghargai keberadaan kita manusia yang lemah dan tak berdaya. Lantas, apakah ada alasan bagi kita untuk hidup dalam kesombongan ??? Jawabannya tentu: tidak!. Mari hidup dalam kerendahan hati yang sejatinya kita teladani dari sikap Kristus, Sang Juruselamat dan Sang Guru kita yang Sejati.
Doa pagi:
" Ya Bapa Ajarlah kami sedemikian rupa hingga kami Dikau Tempa dalam latihan kerendahan hati. Tolong kami untuk meneladani kerendahan hatiMu yang nyata dalam karya keselamatan Kristus bagi kami. Amin"
Pdt Keshia H.S