RELATIONSHIP
Renungan Warta, 6 Juli 2025
Relationship
Dalam kitab Kejadian 2:18 ketika Allah menciptakan manusia, Ia mengatakan, ”... tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja ...”, hal ini berarti bahwa memang sejak semulanya Allah melihat bahwa kesendirian manusia adalah suatu hal yang tidak baik. Pertama-tama, manusia diciptakan untuk membangun relasi dengan Allah, dengan alam dan hewan-hewan dalam rangka pemeliharaan bumi, tetapi ternyata tidak ada yang sepadan bagi manusia. Kehidupan manusia menjadi ”tidak baik” ketika tidak ada sesamanya, sehingga Allah kemudian menciptakan Hawa untuk mendampingi Adam.
Demikian kita dapat memahami bahwa menjalin hubungan adalah hal ”baik” yang Allah berikan untuk manusia. Inilah yang perlu terus dibangun dan dijaga, yaitu relasi yang sehat dengan sesama. Di mana hubungan yang sehat terwujud dalam hal perkataan yang membangun, memberi dukungan saat lemah, bersyukur atas sukacita orang lain, dan hidup untuk saling menegur dalam kasih.
Demikian juga disampaikan dalam Pengkhotbah 4, kita diingatkan bahwa berdua lebih baik daripada seorang diri. Mengapa? Karena dalam relasi, ada kekuatan dan penghiburan. Ketika yang seorang jatuh, ada yang menolong, dan ketika yang seorang lelah, ada yang menyemangati (memberi kekuatan). Inilah indahnya relasi: kita tidak hanya berbagi kesuksesan, tetapi juga menopang di masa sulit.
Allah sendiri meneladankan pentingnya relasi melalui kelahiran Yesus di dalam keluarga Yusuf. Hal ini terus berlanjut sampai pada pelayanan Yesus yang tidak dijalani sendirian, tetapi Ia memanggil para murid dan melakukan perjalanan pemberitaan itu bersama murid-murid-Nya.
Sebagai orang percaya, kita pun dipanggil untuk menjalin relasi yang sehat dan baik di dalam kehidupan keluarga, di gereja, dan di masyarakat, agar kasih Tuhan dinyatakan melalui kehidupan kita; relasi kita dengan sesama. Amin.
(Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi)