PEMBERIAN YANG BERBUAH

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Kamis, 30 Juli 2026


Pemberian Yang Berbuah

Filipi 4:10-17


”Aku sangat bersukacita dalam Tuhan bahwa akhirnya kamu menunjukkan perhatianmu kembali kepadaku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu... Namun, bukan pemberian itu yang kucari, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.” (ay.10,17)

Sebagai hamba Tuhan, Rasul Paulus melayani dengan sepenuh hati dan tidak memperhitungkan berapa biaya hidup yang harus dikeluarkannya. Karena bagi Paulus, kesempatan untuk bisa melayani Tuhan dan mengabarkan Injil merupakan berkat yang sangat besar.

Namun demikian, dia juga tidak melupakan jemaat yang begitu perhatian terhadap pelayanannya, yaitu jemaat di Filipi. Jemaat di Filipi merasakan bahwa mereka telah menerima berkat anugerah keselamatan yang begitu besar di dalam Yesus Kristus. Hal itu karena pemberitaan Injil yang telah dilakukan oleh Paulus. Oleh karena itu, jemaat di Filipi berusaha untuk membalasnya dengan memberikan dukungan dana bagi pelayanan Paulus.

Paulus tidak mempersoalkan berapa besar nominal bantuan yang diberikan Jemaat Filipi, namun dia melihat pada kepedulian mereka terhadap pelayanan hamba Tuhan. ”Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.” ( ay.11).

Paulus mengatakan, saat dia berangkat dari Makedonia, hanya jemaat Filipi yang memberikan dukungan. Saat berada di Tesalonika (salah satu kota di Makedonia), jemaat Filipi juga mengirimkan bantuan kepadanya. ”Namun, bukan pemberian itu yang kucari, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.” (ay.17).

Bantuan yang telah diberikan oleh Jemaat Filipi, telah menghasilkan buah. Bukan saja Injil semakin dikenal di berbagai tempat, tetapi Jemaat Filipi juga bisa semakin berkembang dan berbuah.

Dalam kehidupan bergereja, hendaknya kita juga memiliki sikap seperti jemaat di Filipi, yaitu memiliki kepedulian terhadap pelayanan para hamba Tuhan atau gereja. Melalui kepedulian tersebut maka buahnya juga akan kita nikmati. Seperti pelayanan misi di GKI Coyudan, begitu banyak orang yang merasakan berkat Tuhan melalui pelayanan ini.

Saat ini GKI Coyudan berencana membangun gedung untuk pelayanan gerejawi lima lantai. Tentu dibutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun, apabila setiap anggota jemaat memiliki kepedulian kasih untuk mewujudkan bangunan tersebut, maka kita juga akan menikmati buahnya.

Bangunan itu nanti akan digunakan untuk pelayanan Sekolah Minggu yang lebih representatif, kegiatan remaja, pemuda, komisi-komisi yang ada, sekolah musik, studio digital ministry, dan lainnya. Apabila semua bangunan selesai dibangun, diharapkan pertumbuhan rohani anak-anak dan jemaat semakin baik dan GKI Coyudan menghasilkan buah yang banyak untuk menjadi berkat bagi Kota Solo dan sekitarnya.

Kiranya Tuhan menolong dan memberkati kita semua. Amin.


Pokok Doa

1. Rencana pembangunan gedung pelayanan.

2. Doakan stabilitas ekonomi, politik, dan sosial di Tanah Air, agar menjadi lebih baik.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.