MENJADI KITAB TERBUKA BAGI KELUARGA
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 4 Agustus 2026.
Menjadi Kitab Terbuka bagi Keluarga
Titus 2:6–7
Jemaat yang dikasihi Tuhan, Sering kali kita berpikir bahwa kesaksian hidup hanya diperlukan ketika sedang berada di gereja, di tempat kerja, atau di tengah² masyarakat. Padahal, tempat pertama di mana karakter dan iman kita benar-benar terlihat adalah di tengah keluarga.
Di rumah, tidak ada yang bisa kita sembunyikan. Pasangan dan anak-anak, maupun orang tua melihat bagaimana kita berbicara, mengambil keputusan, menghadapi masalah, mengelola emosi ketika sedang lelah atau kecewa.
Karena itu, Rasul Paulus tidak hanya menasihati Titus untuk mengajarkan kebenaran, tetapi juga menjadi teladan. Karena nasihat akan lebih mudah diterima ketika dibarengi oleh kehidupan yang mencerminkan apa yang kita ajarkan. Keteladanan memiliki kuasa yang jauh lebih besar daripada sekadar berkata-kata.
Menjadi "kitab terbuka bagi keluarga" berarti membiarkan hidup kita menjadi cerminan firman Tuhan. Anak-anak belajar tentang kasih ketika melihat ayah dan ibu saling mengasihi. Mereka belajar tentang pengampunan ketika melihat ayah dan ibu mau mengakui kesalahan dan saling memaafkan. Mereka belajar tentang kesetiaan ketika melihat orang tua tetap mengasihi satu sama lain dalam suka maupun duka. Disitulah Keluarga sedang membaca "surat Kristus" melalui kehidupan kita.
Tentu tidak ada keluarga yang sempurna. Tidak ada orang tua, suami, istri, ataupun anak yang tidak pernah gagal. Namun Tuhan tidak mencari kesempurnaan, melainkan hati yang mau terus dibentuk. Ketika kita jatuh, kita belajar bangkit. Ketika kita bersalah, kita berani meminta maaf. Ketika kita terluka, kita memilih mengampuni. Sikap seperti inilah yang justru mengajarkan bahwa anugerah Tuhan nyata bekerja dalam kehidupan kita.
Marilah kita mengoreksi diri kita, Jika keluarga adalah pembaca pertama kehidupan kita, apakah mereka dapat melihat kasih, kerendahan hati, kesabaran, dan kekudusan Kristus melalui diri kita ?
Kiranya setiap perkataan, keputusan, dan tindakan kita menjadi kesaksian yang hidup, sehingga rumah kita menjadi tempat pertama di mana Kristus dikenal dan dimuliakan. Amin
Pokok Doa :
1. Bangsa dan negara Indonesia
2. Kesatuan hati seluruh jemaat dan simpatisan GKI Coyudan dan Pos Baturan Indah, Solobaru dan Joyotakan.
Pdt Lucas Adhitya Aryanto S