DENGAN HATI NURANI YANG MURNI
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN SOLO
Senin, 03 Agustus 2026
DENGAN HATI NURANI YANG MURNI
1 Petrus 3:16 (TB)
“dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan d mereka itu.“
Pernahkah kita dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah kita lakukan? Atau mungkin integritas dan niat baik kita disalah artikan oleh orang lain? Rasanya pasti menyakitkan dan memicu keinginan kuat untuk membela diri kita.
Dalam dunia yang dipenuhi oleh prasangka, rumor, dan kritik, cara kita merespons tuduhan menunjukkan kualitas kesaksian iman kita. Situasi yang dihadapi oleh jemaat Kristen abad pertama saat Rasul Petrus menulis suratnya tidak jauh berbeda. Mereka hidup di tengah masyarakat yang penuh kecurigaan dan kerap menjadi sasaran fitnah. Namun, alih-alih menyuruh jemaat membalas dengan kemarahan atau kata-kata yang tajam, Petrus memberikan sebuah strategi yang berbeda.
Salah satu masalah yang dihadapi oleh orang Kristen abad pertama adalah munculnya tuduhan-tuduhan yang berujung pada penganiayaan. Orang Kristen pada masa itu dituduh melakukan praktik kanibalisme oleh karena kesalahpahaman terhadap perintah Yesus, “inilah tubuh-Ku, makan lah. Inilah darah-Ku…, minumlah”. Orang Kristen juga dituduh ateis atau tidak percaya adanya Tuhan, oleh karena menolak mengakui dewa-dewa Romawi. Masih banyak lagi tuduhan kepada orang-orang Kristen, tetapi Petrus meminta orang Kristen untuk memberikan jawaban kepada para pendakwa tersebut salah satunya dengan Hati Nurani yang Murni
Hati nurani yang murni adalah keselarasan yang utuh antara apa yang kita katakan dengan apa yang kita hidupi dalam keseharian. Ia berbicara tentang integritas moral. Hati nurani yang murni menyingkirkan kemunafikan dan memastikan bahwa ketika para pendakwa meneliti rekam jejak hidup kita untuk mendiskreditkan iman kita, mereka tidak akan menemukan celah kejahatan. Seperti yang ditegaskan Petrus, kehidupan yang otentik pada akhirnya akan membuat para pemfitnah 'menjadi malu karena kelakuanmu yang baik dalam Kristus.'
Hidup kita adalah kitab terbuka. Integritas hidup kita di dalam Kristus seringkali menjadi jawaban yang cukup bagi orang-orang yang menuduh atau yang sedang mencari jawaban atas pertanyaan hidup mereka. Mari kita hidupi kehidupan kita dengan hati nurani yang murni, sehingga setiap orang yang melihat kehidupan kita bisa melihat Kristus yang tinggal di dalam diri kita.
Kiranya Tuhan menolong kita semua.
Pokok Doa:
Berdoa agar pelayanan Digital dapat memperlengkapi umat dan menjangkau lebih banyak orang.
Reggy Leo