MENJADI BERKAT DI MASA SUKAR
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
JUM'AT, 10 JANUARI 2025
MENJADI BERKAT DI MASA SUKAR
1 Raja-raja 17:7-16
Pada saat berada dalam kesukaran,apa yang sering orang lakukan?
1. Putus asa, kuatir, takut, tidak ada pengharapan
2. Menyerah pada keadaan,sehingga tidak mau berbuat apa-apa
3. Mengasihani diri sendiri,merasa paling menderita dan tidak peduli dengan orang lain
Elia mengalami persoalan dan harus bersembunyi di tepi sungai Kerit untuk beberapa waktu. Tetapi akhirnya sungai itu menjadi kering. Pada saat seperti itu,Tuhan memberi perintah kepada Elia: " Bersiaplah,pergilah ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon,dan diamlah disana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan ( 1 Raja2 17:9).
Sungai Kerit sudah menjadi tempat yang aman bagi Elia,tetapi Tuhan memerintahkan untuk meninggalkan tempat aman tersebut. Di satu sisi Elia merasa aman berada di tepi sungai Kerit,tetapi di sisi yang lain masalah kekeringan terjadi. Bisa saja Elia tidak pergi dengan alasan keamanan,lagipula apakah benar hidupnya akan terpelihara?
Tetapi Elia taat,ia pergi ke Sarfat.Persoalan yang dialami tidak membuatnya menyerah pada keadaan,tidak membuatnya berdiam diri,tetapi dia melangkahkan kaki mentaati perintah Tuhan. Dan apa yang terjadi? Pertemuan dengan janda Sarfat yang ternyata juga mempunyai persoalan,yakni janda itu hanya memiliki sedikit minyak dan segenggam tepung untuk hidupnya hari itu bersama anaknya,tetapi Tuhan bekerja dengan luar biasa,minyak dan tepung itu tidak habis- habis. Ketaatan untuk melakukan perintah Tuhan membuat Elia dan janda Sarfat itu saling menjadi berkat di masa sukar mereka, sama-sama berada dalam kondisi yang tidak baik, namun mereka memiliki iman dan ketaatan kepada Allah, sehingga perjumpaan mereka saling memberkati. Elia menjadi berkat bagi janda Sarfat, demikian pula janda Sarfat menjadi berkat bagi Elia.
Kesulitan dan kesukaran bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tetapi,Allah sanggup bekerja dengan caraNya mengatasi kesukaran kita. Allah sanggup menolong melalui siapa saja,tidak harus orang besar,tidak selalu orang kaya,tidak selalu dengan fasilitas yang canggih,dengan segenggam tepung dan sedikit minyakpun Allah sanggup memelihara dan mengatasi persoalan. Allah mampu bekerja dengan cara yang spektakuler, namun Dia juga bisa bekerja dengan hal-hal yang biasa, bahkan sederhana. Banyak orang putus asa,biarlah kita menjadi penopang bagi mereka,banyak orang mengasihani diri sendiri,tetapi biarlah kita menjadi orang yang peduli,sekalipun kesukaran juga kita alami.
Tuhan Yesus memberkati
Pokok doa:
1. Bangsa dan negara
2. Pergumulan jemaat: bisnis, ekonomi, kesehatan
Maria S