BIJAKSANA DALAM BERKATA-KATA
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN
SABTU 6 JUNI 2026
BIJAKSANA DALAM BERKATA-KATA
Amsal 10:19 (TB) Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.
Di era media sosial saat ini, kita dibanjiri dengan terlampau banyak kata. Entah itu melalui status atau bahkan berita yang bisa disebar dengan mudah. Salah satu akibat negatif dari ini semua adalah manusia kerap sekali tergiring dengan berita yang belum tentu benar. Kata - kata dan informasi yang tersebar dengan cepat dan mudah menjadi sarana yang mudah untuk menyebar berita yang belum jelas kebenarannya. Belum lagi ditambah dengan mudahnya merekam video dengan asumsi tentang banyak kejadian belakangan ini lalu disebar dengan tidak bertanggungjawab. Seringkali menjadi salah satu alasan betapa sulitnya membedakan mana info yang benar dan tidak benar. Inilah yang menbuat "rem" manusia semakin blong rasanya. Padahal dalam hidup ini, sejatinya kita sedang dididik oleh Tuhan untuk hidup dengan bijaksana dan bukannya malah serampangan.
Menjadi bijaksana adalah salah satu karakter orang beriman. Mengapa? Karena orang beriman akan belajar sungguh sungguh bertanggung jawab atas apa yang dikatakannya. Inilah yang dikatakan dalam Amsal 10:19. Orang yang bijaksana adalah orang terlebih dahulu menahan dirinya. Ia menahan laju kecepatan kata-kata dan pikirannya sendiri. Ia tak mudah menghakimi orang dan situasi. Ia lebih cepat mendengar dan mengamati dari banyak sisi. Karena dengan itu ia akan makin melihat banyak hal yang sebenarnya terjadi. Di sisi yang lain, ada sifat yang bertolak belakang dari sifat bijaksana. Yaitu sifat sembrono yang identik dengan orang yang mudah sekali bicara, mudah sekali berpendapat tanpa dipikir dan yang bahayanya adalah mudah sekali menuduh bahkan menyebar berita yang jauh dari kebenaran. Salah satu latihan untuk menahan diri dari terlampau banyak bicara adalah, berdiam diri. Inilah latihan penting supaya sebagai orang beriman kita terlatih untuk terlebih dahulu menahan diri.
Sebagai orang beriman, marilah kita melatih diri dengan memberi jeda sebelum kita berkomentar. Dengan peka mendengar dan mencari kehendak Tuhan. Hanya dengan inilah kita dapat semakin bijaksana dan rendah hati dalam bersikap dan berkata-kata.
Doa pagi:
" Ya Tuhan, jagalah mulut bibirku dan kata-kataku sehingga yang kukatakan hanyalah apa yang benar dan baik menurut kehendakMu. Amin"
Pdt Keshia H.S