MENGHADAPI PENCOBAAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 18 Maret 2025
Bacaan: 1 Korintus 10: 12-13
Menghadapi Pencobaan
Hidup manusia tidak terlepas dari pencobaan. Bahkan sekalipun hidup sebagai orang percaya, kita tidak lepas dari pencobaan. Banyak orang yang berharap setelah menerima Tuhan Yesus hidup mereka akan lebih tenang, tetapi justru sebaliknya. Karena Iblis tidak senang ketika kita memilih jalan yang benar, maka ia akan semakin mengganggu kita dengan pencobaan-pencobaan yang ada.
Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat di Korintus tentang dosa Israel dan hukuman yang mereka terima sebagai contoh bagi jemaat. Israel yang terus melakukan dosa pada waktu itu harus menerima hukuman atas dosa-dosa mereka. Israel adalah umat pilihan Tuhan, tetapi Israel masih terus melakukan dosa. Bahkan sekalipun bangsa Israel sangat dekat dengan Musa yang pada waktu itu menjadi utusan Tuhan, sebagian besar dari mereka tidak diperkenan oleh Tuhan (ay. 5). Ini menunjukkan bahwa sekalipun mereka hidup dekat dengan utusan Tuhan mereka tetap bisa jatuh dalam dosa dan tidak berkenan di hati Tuhan. Lebih dari itu, Rasul Paulus berkali-kali juga memerintahkan jemaat agar jangan meniru perbuatan bangsa Israel, dan menjadikannya sebagai contoh (ay. 6-11).
Rasul Paulus tidak sedang menjelek-jelekkan bangsa Israel. Tetapi ia sedang mencoba untuk menjelaskan kepada jemaat Korintus bahwa tidak ada manusia yang lepas dari pencobaan atau godaan untuk berdosa. Sebelum masuk ke ayat 13 yang mungkin menjadi satu ayat pegangan setiap orang percaya, ada satu hal penting yang diungkapkan Rasul Paulus. Di ayat 12 ia berkata "siapa menyangka ia teguh berdiri," artinya bahwa banyak orang justru mengandalkan diri sendiri untuk melawan godaan tersebut. Paulus mengingatkan agar orang-orang tersebut berhati-hati jangan sampai jatuh seperti bangsa Israel.
Dengan demikian, ayat 13 bukan berbicara tentang penghiburan, melainkan justru menjadi peringatan. Jangan berhenti pada kata "tidak melebihi kekuatan manusia" ,karena pada akhirnya justru kita bisa mengandalkan kekuatan kita. Ayat ini dilanjutkan oleh Paulus dengan berkata "Ia akan memberikan jalan keluar." Ingatlah bahwa subjek dari kalimat ini adalah Allah sendiri. Sehingga berhubungan dengan ayat 12 dimana kita tidak boleh mengandalkan diri sendiri melainkan kekuatan Allah.
Israel sebagai contoh bahwa orang yang dekat dengan utusan Allah saja masih jatuh dalam dosa. Godaan dan pencobaan akan terus mendatangi kehidupan kita selama kita mengikut Tuhan. Iblis tidak akan pernah berdiam diri. Maka dari itu penting sekali untuk tidak merasa mampu dalam menghadapi pencobaan. Penting sekali untuk merasa bahwa kita membutuhkan pertolongan Tuhan dalam segala hal. Terus andalkan Tuhan dalam hidup kita. Kiranya Tuhan menolong dan menguatkan setiap kita.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Penghayatan puasa dan pertobatan masa pra paskah
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen