MELEKAT PADA ALLAH

  •  Maria Sampyuh
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN 

RABU, 8 JULI 2026


MELEKAT PADA ALLAH

YEREMIA 13:1-11


"Beginilah firman Tuhan: Demikianlah Aku  akan melenyapkan kecongkakan Yehuda dan kepongahan Yerusalem. Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataanKu, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti ilah-ilah lain dengan beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang sama sekali tidak berguna lagi. Sebab, sama seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan kaum Yehuda Kulekatkan kepadaKu, demikianlah firman Tuhan, supaya mereka menjadi umatKu, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagiKu. Namun, mereka tidak mau mendengarkan. "( ayat 9-11 ) 


Apakah yang sebenarnya hendak Allah nyatakan kepada umat Yehuda melalui Nabi Yeremia ini. 

Allah menyuruh Yeremia untuk membeli ikat pinggang dan memakai ikat pinggang itu. Lalu Allah berfirman lagi, supaya Yeremia pergi ke sungai Efrat untuk menyembunyikan ikat pinggang tersebut. Setelah beberapa waktu Allah menyuruh Yeremia untuk mengambil ikat pinggang yang disembunyikan itu, dan ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk dan sudah tidak berguna lagi. 

Pada ayat 9-11,  Allah memberikan penjelasan dari perintah- perintah yang telah dilakukan oleh Yeremia tersebut. 

Rupanya Allah mau mengingatkan umat Yehuda, supaya mereka tetap hidup erat melekat pada Allah seperti ikat pinggang pada orang yang memakainya. Ketika umat Yehuda tetap melekat pada Allah, maka mereka tetap menjadi umat Allah, ternama, terpuji dan terhormat. 

Namun, apa yang terjadi? 

Umat Yehuda tidak tetap melekat kepada Allah, disamping mereka beribadah kepada Allah, mereka juga beribadah kepada ilah-ilah yang lain, mereka hidup dalam kesombongan dan kepongahan. Mereka tidak mau mendengarkan perkataan-perkataan Allah, tetapi mereka mengikuti keinginan hati mereka sendiri. 

Dan sebagai akibatnya, mereka seperti ikat pinggang yang lapuk, rusak, dan tidak berguna lagi. 

Ketika umat Allah melepaskan diri dari Allah, di luar Allah tidak ada lagi gunanya. Tanpa Allah, sesungguhnya manusia tidak mampu berbuat apa-apa, tanpa Allah manusia bukan siapa-siapa. Maka tetaplah erat melekat pada Allah, berjalan dalam kesetiaan dan ketaatan  kepada Allah. 

Saat melepaskan diri dari Allah, maka hanya akan menjadi barang yang rusak, lapuk dan tak berguna. 


Pokok Doa: 

1.Rangkaian kegiatan bulan anak

2.Guru sekolah minggu, anak sekolah minggu, orang tua anak sekolah minggu


Maria S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.