MASIH ADA TUHAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa 4 Maret 2025
Bacaan: Yehezkiel 1:1-28.
====================
MASIH ADA TUHAN
Yehezkiel 1:1, 28 (TB)
Ayat 1. Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah.
Ayat 28_Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.
Yeheskiel dipanggil melayani sebagai nabi Tuhan di Babel ketika ia berusia tiga puluh tahun, usia seorang imam untuk bisa mulai melayani di Bait Suci. la tinggal di pembuangan di Babel, tetapi hal itu tidak membuat langit tertutup sampai ia tak dapat melihat kemuliaan Tuhan. Ketika Umat Tuhan berada dalam pembuangan di Babel, mereka mengalami kekecewaan dan keputusasaan karena mereka di ijinkan Allah untuk mereka berada dibawa kekuasaan bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka Allah mengutus Nabi Yeheskiel untuk menyampaikan kepada umat-Nya bahwa masih ada Tuhan yang menyertai mereka. Hal ini di tunjukan dalam tiga hal yaitu:
1. la melihat pemeliharaan Tuhan (1-21). Penglihatan itu menunjukkan betapa Tuhan sedang bekerja di dunia milik-Nya. Apa yang kita lihat sebagai badai sebenarnya adalah sarana pemeliharaan-Nya, roda-roda yang berputar di dalam roda, dan makhluk-makhluk hidup yang hilir mudik seperti petir. Semua itu terlalu sulit untuk kita mengerti, tetapi tidak sulit bagi Tuhan untuk mengendalikannya. Disinilah kita percaya bahwa Roma 8:28 masih tetap berlaku! "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah".
2. la melihat takhta Tuhan (22-27). Takhta Tuhan yang memberi penegasan bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu, berada jauh di atas badai, roda-roda, makhluk-makhluk hidup, dan cakrawala itu. Nebukadnezar kelihatannya berkuasa atas segala sesuatu, tetapi ingatlah bahwa Masih ada Tuhan. Tuhan masih lebih Mulia dan berkuasa duduk di takhta-Nya. "TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya". Suatu kali jika Anda menghadapi badai, pandanglah pada Tuhan yang mulia dan berkuasa itu sampai Anda dapat melihat takhta kemuliaan Tuhan.
3. la melihat pelangi (28). Pelangi sebagai bukti janji Allah. Biasanya kita melihat pelangi sesudah badai berlalu, dan hanya berupa lengkungan. Namun, Yehezkiel melihat pelangi di tengah badai, dan sepenuh lingkaran yang mengelilingi takhta! Sebagai lambang anugerah Tuhan, pelangi memberi peneguhan bahwa Tuhan menyertai kita dan tidak meninggalkan kita, khususnya saat kita menghadapi badai.
Dalam penglihatan Yehezkiel tentang kemuliaan TUHAN, kita melihat kemuliaan dan kekuasaan TUHAN yang tidak terbatas. TUHAN adalah Allah yang mahakuasa dan mahahadir, yang dapat melihat segala sesuatu dan menguasai segala sesuatu.
Dalam panggilan TUHAN kepada Yehezkiel untuk menjadi nabi, kita melihat bahwa TUHAN selalu menolong dan memilih orang-orang untuk menjadi alat-Nya dalam menyampaikan firman-Nya.
Marilah kita percaya bahwa TUHAN selalu menolong kita, bahkan dalam kesulitan dan ketakutan sekalipun, marilah kita berharap pada TUHAN dan percaya bahwa Dia akan selalu menyediakan jalan keluar dan keselamatan bagi kita. Tuhan memberkati kita..Amin.
Pokok Doa:
===========
1. Penatalayanan GKI Coyudan.
2. Pergumulan Jemaat.
3. Kegiatan di masa Pra-Paskah.
Johanis M