LIDAH SEORANG MURID
Renungan Harian GKI Coyudan
Rabu, 16 April 2025
Bacaan: Yesaya 50:4
=====================
LIDAH SEORANG MURID
Yesaya 50:4 (TB 1) Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.
Ketika kita menyatakan diri sebagai pengikut Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus menghendaki pengikut-Nya memiliki keistimewaan sebagai seorang murid. Dan sebadai seorang murid, kita diberi hak istimewa oleh Tuhan sebagai penyambung lidah Tuhan kepada dunia. Jadi, apa yang disampaikan oleh seorang murid tidak berasal dari dirinya sendiri.
Ada Empat prinsip yang harus dimiliki seorang murid Tuhan Yesus yaitu:
1. Menjadi teladan kesucian dan kemurnian diri dalam perkataan. Ditengah situasi dunia yang mengalami penurunan nilai-nilai moral dan etika, orang percaya harus tetap menjunjung tinggi nilai moral dalam kehidupan setiap hari dalam perkataan yang mencerminkan murid Yesus yang sejati.
2. Menjadi "Pembawa damai" dalam kehidupan. Di tengah pola kerja yang cenderung egois dan saling menjatuhkan untuk meraih posisi, orang percaya harus menunjukkan perilaku yang menjunjung tinggi kejujuran dan ketulusan dalam perkataan sebagai nilai Kerajaan Surga yang membawa semangat baru bagi yang letih lesu.
3. Memberi dampak dalam kehidupan. Dimana pun kita hadir, kehadiran kita membawa pengaruh yang baik, misalnya, membuat orang ceria dengan humor-humor kita yang menyegarkan, hadir meredakan ketegangan bukannya menambah ketegangan.
4. Sebagai Terang Dunia. Seperti cahaya yang sangat dibutuhkan untuk menghilangkan kegelapan, Yesus menginginkan para pengikut-Nya untuk menjadi "terang" bagi sekitarnya. Artinya, melalui perkataan, perilaku, sikap, kerja sehari-hari maupun dalam hubungan dengan sesama, orang percaya menunjukkan hidup yang benar.
Inilah keutamaan hidup sebagai murid Kristus. Yesus juga menyatakan hakekat kehadiran pengikut-Nya menjadi teladan hidup dalam kebenaran firman Tuhan. Sebagai contoh misalnya tidak mempergunakan kata-kata kotor atau merendahkan sesama, tidak suka bergosip/menyebarkan fitnah tentang sesama, senang bekerja keras untuk menghasilkan kerja yang berkualitas tinggi. Sudahkah kita menjalankan peran dan hakekat kehadiran kita selaku murid Kristus yang sejati? Jika belum, mari memulainya. Tuhan memberkati kita semua.
Pokok Doa:
==========
1.Penatalayanan GKI Coyudan
2.Pergumulan jemaat dalam keluarga, pekerjaan dan kesehatan.
3.Rangkaian kegiatan perayaan Paskah.
Bp. Johanis M