LAHIR BARU

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Bacaan: 1 Petrus 2:4-10


Lahir adalah sebuah kata yang menjelaskan bahwa sesuatu itu baru dimulai, atau menunjukkan awal dari sesuatu. Lahir juga menjelaskan bahwa sesuatu itu dimulai dari nol. Jika berbicara tentang kelahiran kembali atau lahir baru berarti sesuatu itu pernah dilahirkan tetapi kembali menjadi nol lagi. Memang tidak pernah ada kasus manusia yang kemudian dapat dilahirkan kembali secara fisik, tetapi menurut iman Kristen kita percaya ada yang namanya kelahiran kembali dalam Roh.

Rasul Petrus menjelaskan kepada jemaatnya tentang kelahiran baru tersebut. Pada waktu itu jemaat mengalami banyak sekali ajaran-ajaran sesat. Selain itu banyak juga yang beranggapan bahwa ketika percaya kepada Kristus jemaat dapat hidup bebas. Maka dari itu Rasul Petrus ingin menegaskan bahwa setelah percaya kepada Kristus, jemaat perlu membuang semua kebiasaan-kebiasaan buruk mereka (ay. 1) dan juga perlu menjadi seperti bayi yang baru dilahirkan yang selalu menginginkan air susu yang murni yang rohani untuk pertumbuhan mereka (ay. 2).

Rasul Petrus juga menambahkan bahwa ketika jemaat telah dilahirbarukan mereka memiliki sebuah tugas yang juga sebelumnya telah dilakukan terlebih dahulu oleh Yesus, yaitu menjadi batu hidup. Batu hidup yang digunakan untuk membangun suatu rumah rohani dan menjadi persembahan yang berkenan bagi Tuhan (ay. 5). Hal ini menunjukkan bahwa kelahiran baru seharusnya mendorong kita untuk terus menyadari hidup kerohanian kita. Kita perlu sadar apakah hidup kerohanian kita semakin bertumbuh atau tidak, apakah kita menginginkan pertumbuhan tersebut atau tidak. Tentunya jika kerohanian kita bertumbuh maka kita akan menjadi persembahan yang berkenan bagi Tuhan.

Lagi Rasul Petrus membedakan status orang percaya dan tidak percaya. Orang-orang yang tidak percaya menganggap Yesus sebagai batu biasa yang dibuang oleh para tukang bangunan. Namun bagi orang percaya Yesus menjadi sebuah batu penjuru yang mendasari dan menjadi patokan dalam hidup mereka. Orang-orang yang tidak percaya pada akhirnya akan tersandung oleh batu hidup tersebut dan terjatuh (ay. 8). Bagi orang percaya batu penjuru itulah yang justru menjadi batu hidup dan menghidupkan mereka. Mereka menjadi umat yang dikasihi oleh Tuhan, menjadi bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri; tetapi tidak hanya sampai disitu, setiap orang percaya perlu juga untuk menjadi saksi atas perbuatan besar Tuhan yang telah memanggil dan memilih mereka (ay.9).

Kitalah setiap orang percaya yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan. Kita adalah orang-orang yang telah mengaku percaya kepada Tuhan dan telah dilahirbarukan. Maka dari itu, jangan lagi kita mementingkan kedagingan kita, dan menjadikan diri kita sebagai pusat melainkan menjadikan Kristus sebagai batu penjuru dalam hidup kita dan menjadi diri kita sebagai batu hidup yang telah dihidupkan oleh Kristus. Sehingga dalam kelahiran baru kita, kita dapat terus mengejar pertumbuhan kerohanian kita, serta menjadi saksi dimanapun kita berada.

Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan rangkaian paskah
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia

Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.