KONSISTEN PADA PANGGILAN

  •  Dani Atmiyati
  •  

Renungan Warta, 4 Mei 2025

KONSISTEN PADA PANGGILAN

Kisah Para Rasul 9:1-20

 

Sundar Singh adalah anak muda yang mudah naik darah. Ketika ia berusia 14 tahun, ibunya meninggal dunia. Sejak itu ia menentang keras hal-hal yang berbau kristiani di masyarakat India Utara. Namun kemudian terjadi perubahan yang dramatis. Ia berbalik percaya kepada Yesus Kristus. Selama 25 tahun kemudian ia memiliki pengaruh yang luas, bahkan secara internasional.

Suatu kali ia dikunjungi seorang profesor yang mempelajari agama-agama komparatif dari Eropa. Sarjana agnostik [orang yang berpikir bahwa manusia tidak dapat tahu apakah Allah ada atau tidak] itu bertanya kepada Singh dengan rasa ingin tahu, "Apa yang Anda temukan dalam kekristenan, yang tidak Anda temui dalam agama tradisional Anda dulu?" Singh menjawab, "Saya menemukan Yesus." "Ya, saya tahu," kata profesor itu tak sabar. "Tetapi ajaran atau doktrin khusus apa yang Anda temui?" Singkat Singh berkata lagi, "Saya menemukan Yesus." Singh kemudian menulis, "Ketika orang bertanya, 'Apa yang membuat Anda menjadi seorang kristiani?' Saya hanya mengatakan, 'Kristus sendiri yang menjadikan saya orang kristiani.' Ketika Dia menyatakan diri-Nya kepada saya, saya menyaksikan kemuliaan-Nya hingga saya yakin Dia adalah Kristus yang hidup."

Kisah kehidupan yang Sundar Singh memiliki kemiripan dengan Rasul Paulus, sama-sama memiliki masa lalu yang kelam, namun Ketika Kristus sendiri yang telah menyatakan diri-Nya kepada mereka, maka mereka mengalami perubahan hidup mendasar dan sungguh-sungguh menjadi seorang yang taat kepada Tuhan. Tentu saja tantangan hidup mereka terhadap panggilan Tuhan untuk menjadi murid-Nya tidaklah mudah, namun mereka membuktikan Konsistensi terhadap panggilan tersebut. Paulus yang awalnya seorang penganiaya gereja, kemudian berubah menjadi seorang rasul yang penuh semangat dan gigih dalam pelayanan. Ia menghadapi tantangan, seperti penangkapan, penganiayaan, dan perlawanan. Namun, ia tetap setia pada panggilan Tuhan dan melayani dengan kesungguhan hati.

 Allah telah memilih dan memanggil orang-orang yang dipercaya untuk memberitakan Injil dan menggembalakan jemaat-Nya. Pada saat panggilan itu “terlupakan”, maka Allah sendiri yang mengingatkan untuk konsisten pada panggilan tersebut. Sebagai orang yang telah percaya kepada Kristus, kita harus konsisten dengan panggilan untuk melayani Tuhan di mana kita ditempatkan, baik di tengah keluarga, pekerjaan,  maupun pelayanan gereja. Pada saat kita jatuh, Tuhan tetap akan menopang dan mengarahkan jalan kita agar hidup sesuai panggilanNya dengan taat melakukan firman Tuhan dalam hidup kita hari lepas hari. Amin

 

Refleksi :

"Melayani Tuhan adalah perjalanan yang berkelanjutan, aku akan terus setia sampai akhir."

(Ibu Dani Atmiyati)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.