KASIH YANG TIDAK MENYERAH #1

  •  Daniel Kristanto Gunawan
  •  

Renungan harian GKI Coyudan

Sabtu, 25 Juli 2026


KASIH YANG TIDAK MENYERAH

Hosea 1:2-10.


Pernahkah Anda terus mengasihi seseorang yang berkali-kali mengecewakan Anda? Rasanya melelahkan. Sampai pada titik tertentu, kita ingin menyerah dan berkata, “Sudah cukup.”


Kitab Hosea menggambarkan hati Allah yang luar biasa. Tuhan meminta Hosea tetap mengasihi istrinya yang tidak setia. Kisah itu bukan sekadar cerita rumah tangga, tetapi gambaran hubungan Allah dengan umat-Nya. Israel berulang kali meninggalkan Tuhan, namun Tuhan tidak berhenti mencari mereka.


Yang mengejutkan, setelah penghakiman diumumkan, Tuhan justru memberikan janji: “Di tempat mereka dikatakan: Kamu ini bukan umat-Ku, akan dikatakan kepada mereka: Anak-anak Allah yang hidup.” (Hos. 1:10). Kasih karunia Allah selalu memiliki kata terakhir.


Sering kali kita juga tidak setia. Kita lebih mengandalkan diri sendiri, sibuk mengejar banyak hal, dan perlahan menjauh dari Tuhan. Namun Allah tidak mudah membuang kita. Ia memanggil kita kembali, bukan karena kita layak, tetapi karena kasih-Nya yang setia.


Hari ini, jangan menyia-nyiakan kasih itu. Jika ada dosa yang perlu diakui, akuilah. Jika ada langkah yang perlu diperbaiki, mulailah hari ini. Kesetiaan Tuhan seharusnya mendorong kita untuk hidup semakin setia kepada-Nya.


Doa Pribadi

Tuhan, terima kasih karena kasih-Mu tidak menyerah kepadaku. Ampunilah setiap ketidaksetiaanku dan tuntun aku untuk kembali berjalan dekat dengan-Mu. Jadikan hidupku sebagai respons syukur atas kasih karunia-Mu. Amin.


Pdt Daniel KG

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.