DARI ISTIRAHAT KE KETENANGAN
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN SOLO
Kamis, 23 Juli 2026
DARI ISTIRAHAT KE KETENANGAN
Kolose 2:16-17
“Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.“
Di zaman yang serba sibuk ini, istirahat bisa membuat kita menjadi merasa bersalah. Karena meskipun secara fisik seseorang beristirahat, pikirannya tetap bekerja dan mengkhawatirkan hal-hal yang belum diselesaikan atau belum dicapai. Istirahat adalah hak setiap manusia yang bekerja, Jika hak tersebut dilanggar, maka akan disebut sebagai eksploitasi. Tetapi bahkan ketika kita tahu kalau itu adalah hak kita, seringkali pikiran dan jiwa kita tetap tidak menemukan tempat untuk beristirahat.
Di dalam suratnya kepada jemaat Kolose, Paulus menjelaskan kalau peraturan, ritus, termasuk hari Sabat di dalam Perjanjian Lama hanyalah bayangan (shadow/shade) dan bukanlah wujud yang sebenarnya. Dengan melihat bayangan kita bisa mengetahui keberadaan seseorang dan suatu benda tanpa melihatnya. Melalui bayangan juga kita bisa memperkirakan jarak, ukuran, dan pergerakan dari sebuah objek. Tetapi, bayangan bukan lah objek itu sendiri, dia hanya memberikan gambaran tentang objek, tetapi dirinya sendiri tidak nyata. Ketika Kristus hadir, Sabat telah digenapi di dalam diri-Nya. Ia adalah Sabat yang sejati, yang dahulu hanyalah bayangan saja.
Craig L. Blomberg, di dalam salah satu artikelnya, berkata bahwa umat Kristen tidak lagi merayakan Sabat hanya di satu hari, tetapi selama 24 jam 7 hari di dalam Kristus. Meskipun Sabat memiliki makna rest yaitu istirahat atau berhenti bekerja, ketika Kristus menggenapinya, Sabat bukan hanya dimaknai sebagai rest tetapi juga repose. Repose adalah sebuah kondisi jiwa yang tenang, tentram, dan damai karena sudah berada di tempat yang tepat. Satu-satunya tempat yang tepat bagi kita mengistirahatkan jiwa kita di dunia yang penuh kebisingan dan tuntutan ini hanyalah di dalam Kristus.
Kristus memang tidak pernah menjanjikan bahwa setiap masalah kita akan selesai, dan semua kekhawatiran kita akan terangkat seketika. Tetapi Kristus berjanji bahwa Ia akan selalu menjadi tempat yang tepat untuk kita mengistirahatkan jiwa kita. Mari kita menautkan diri kita kepada Kristus, menyerahkan beban, pergumulan, cita-cita, dan kekhawatiran kita kepada-Nya yang adalah Tuan atas Hari Sabat. Biarlah kita mempercayakan diri ke dalam pemeliharaan-Nya dan menemukan ketenangan jiwa di dalam diri-Nya.
Kiranya Tuhan menolong kita semua.
Pokok Doa:
Berdoa agar pelayanan Digital dapat memperlengkapi umat dan menjangkau lebih banyak orang.
Reggy Leo