IMAN & PERCAYA

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Rabu, 11 September 2024


IMAN & PERCAYA

Matius 17:14-21


”... bertanyalah mereka, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka, “Karena kamu kurang percaya. Sebab sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah dan tidak akan ada yang mustahil bagimu.” (ay.19b-20)


Para murid heran dengan kegagalan yang mereka lakukan saat mengusir setan yang merasuki seorang anak. Maka, setelah Tuhan Yesus menghardik setan itu keluar dari tubuh si anak, murid-murid bertanya kepada Tuhan Yesus, ”Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Padahal sebelumnya mereka telah di-“training”, yaitu pergi berdua-dua untuk memberitakan Injil, dan mereka diberi kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit. Dan mereka benar-benar dapat mengusir setan dan menyembuhkan orang sakit.


Namun, sekarang mereka tidak dapat menyembuhkan anak yang sakit ayan yang ternyata dirasuki setan. Ternyata penyebabnya adalah:  “Karena kamu kurang percaya,” kata Tuhan Yesus. Kemudian Tuhan Yesus mengatakan tentang pentingnya memiliki iman. Dengan demikian iman dan percaya itu sangat erat hubungannya.


Untuk menggambarkan hubungan antara percaya dan iman, kita bisa bertanya ke banyak orang apakah mereka percaya kepada Tuhan. Sebagian besar akan menjawab, “Saya percaya kepada Tuhan.” Namun, apakah mereka beriman kepada Tuhan? Belum tentu, karena ada juga orang yang mengatakan percaya kepada Tuhan, tetapi mereka tidak melakukan perintah Tuhan dengan banyak alasan. Ini artinya, orang yang percaya itu belum tentu beriman. Sedangkan orang yang benar-benar beriman kepada Tuhan, dia pasti percaya terhadap kuasa Tuhan.


Karena itulah, saat Tuhan Yesus ditanya tentang kegagalan mereka untuk menyembuhkan anak itu, Ia hanya menjawab, ”Karena kamu kurang percaya.”. Dikatakan “kurang percaya”, berarti para murid belum memiliki dasar iman yang kuat. Kalau mereka memiliki iman yang kuat, ia akan memiliki kepercayaan yang besar terhadap apa yang dikatakannya. 


Hal yang sama kadang terjadi dalam hidup kita. Saat menghadapi persoalan hidup yang berat, dalam hati kita percaya bahwa Tuhan akan menolong dan memberikan jalan keluar. Tetapi jika “percaya” itu tidak didasari dengan iman yang kuat, akan memunculkan kekecewaan dan kegagalan, karena ia tidak memiliki keyakinan yang penuh terhadap Tuhan. Saat persoalan itu masih juga muncul dalam kehidupannya, seolah Tuhan tidak memberikan jalan keluar, imannya mulai goyah. Padahal beriman berarti dia menaruh harapan sepenuhnya kepada Tuhan. Jadi tidak bisa hanya sekedar percaya saja.


Iman merupakan anugerah dari Tuhan yang akan terus bertumbuh dan semakin saat relasi dengan Tuhan semakin dekat dan intim. Relasi yang dibangun melalui perenungan firman Tuhan dan doa yang sungguh-sungguh akan membuat akar rohani kita kuat dan pada saatnya akan bertumbuh dan tidak mudah goyah. Dengan kekuatan iman dan percaya, maka apa yang kita yakini akan menjadi kenyataan.


Oleh karena itu, marilah kita terus membangun iman kita melalui hubungan persekutuan yang semakin erat dengan Tuhan, sehingga kita mengetahuai kehendak Allah dan apa yang kita percaya itu akan terjadi. Saat menghadapi persoalan kehidupan, kita benar-benar yakin bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar, karena kita memiliki pengharapan dan dasar yang kuat melalui iman kita di dalam Tuhan Yesus. 

Kiranya Roh Kudus senantiasa menyertai dan menolong kita. Amin.


Pokok Doa

1. Rapat Majelis Jemaat malam nanti.

2. Yang sedang sakit diberikan kekuatan dan kesembuhan.

3. Indonesia diberikan keamanan dan kesejahteraan.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.