HATI-HATI AJARAN SESAT

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Jumat, 3 Oktober 2025


HATI-HATI AJARAN SESAT

Bacaan: Wahyu 2:12-17


”Sebab itu, bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.”  (ay.16)


Pesan Tuhan Yesus yang ditujukan kepada Jemaat di Pergamus bertujuan agar jemaat tersebut bertobat. Jemaat Pergamus merupakan orang-orang Kristen yang hidupnya berada di takhta Iblis, yaitu hidup di tengah-tengah masyarakat penyembah berhala. Walaupun dalam tekanan dan pengaruh masyarakat yang menyembah berhala, mereka masih mengakui dan menunjukkan imannya kepada Tuhan Yesus.


Tuhan Yesus menberikan teguran dan mencela Jemaat Pergamus, karena ada beberapa orang di jemaat tersebut mulai berkompromi dengan keadaan, mulai mengikuti ajaran sesat yang merusak kesucian dan moral jemaat. Ada yang mengikuti ajaran Bileam yaitu makan persembahan berhala dan berbuat zinah. Perbuatan ini tentu saja membuat murka Tuhan karena mereka tidak lagi setia dan taat kepada Tuhan.


Ada juga yang mengikuti ajaran Nikolaus, yaitu ajaran sesaat yang mengijinkan kompromi terhadap nilai-nilai dunia dan agama Romawi. Ajaran Nikolaus merupakan ajaran Kristen Gnostik, yaitu menyamakan kekristenan dengan standar moral atau nilai-nilai dunia. Padahal seharusnya orang Kristen menggunakan Alkitab atau firman Allah sebagai standar hidupnya. Ajaran gnostik lebih menekankan pada akal pikiran dan pengetahuan manusia sehingga tidak percaya akan pertobatan dan pengampunan melalui salib Kristus. 


Di tengah-tengah kehidupan jemaat yang seperti itu, Tuhan menjanjikan berkat bagi jemaat yang bertobat, yaitu manna yang tersembunyi dan batu putih, yang artinya mereka akan hidup bersama Kristus dan berada dalam pemeliharaan Tuhan untuk hidup kekal selama-lamanya.


Saat ini ajaran-ajaran dunia dan filsafat dunia bisa menyesatkan kita jika kita tidak hati-hati memahaminya. Kita harus minta pimpinan Roh Kudus dan banyak belajar firman Tuhan dan mendengar Sabda-Nya, sehingga kita tidak melakukan kompromi terhadap ajaran-ajaran dunia yang bertentangan dengan firman Tuhan. 


Kita harus waspada terhadap ajaran-ajaran yang ada: apakah ajaran tersebut mengarahkan kita lebih dekat kepada Allah, atau justru menyesatkan karena membawa manusia semakin jauh dari Allah. Ajaran sesat lebih menekankan pada pencapaian keinginan manusia tanpa melibatkan Tuhan. Penyesatan bisa terjadi pada saat kita kompromi dengan ajaran-ajaran dunia yang mendasarkan diri pada akal dan logika manusia, serta mengesampingkan iman kepada Allah.


Kiranya Roh Kudus terus menolong kita untuk tetap setia hidup seturut firman-Nya. Amin.


 Pokok Doa

1. Stabilitas ekonomi dan politik bangsa Indonesia.

2. Pelayanan di GKI Coyudan.

3. Keluarga kita masing-masing.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.