FIRMAN-MU PELITA BAGI KAKIKU DAN TERANG BAGI JALANKU
Mazmur 119:105-112
Firman Tuhan seringkali dipandang sebagian orang hanya sebagai ajaran-ajaran moral keagamaan yang mengajarkan cara hidup yang baik, tetapi tidak demikian yang diimani oleh pemazmur. Baginya firman Tuhan adalah pelita bagi kaki dan terang bagi jalannya!
Pelita bagi kaki, berarti bahwa pemazmur menjadikan firman Tuhan sebagai cermin diri, agar ia mengetahui keberadaan dirinya di mana ? Adakah dirinya berada di tempat yang tepat ? ataukah di tempat yang salah ? di dalam dosa ataukah di dalam anugerah Allah ?! Firman Tuhan menjadi alat untuk memeriksa diri dan bukan untuk menghakimi keberdosaan orang lain.
Terang bagi jalan, berarti bahwa pemazmur menjadikan firman Tuhan sebagai penerang untuk langkah ke depan, agar ia tidak salah mengambil langkah/keputusan dalam hidupnya. Bukan soal untung atau rugi yang menjadi patokan pengambilan keputusan hidup, tetapi firman Tuhan yang dijadikan dasar penuntun dan patokannya.
Demikian pemazmur memandang firman Tuhan sebagai pusaka, yaitu suatu peninggalan yang berharga, berarti sangat penting dalam hidupnya. Sedemikian pentingnya sehingga ia berjanji akan melakukan firman itu sampai akhir hidupnya.
Bagaimanakah dengan kita sebagai umat Allah di masa kini ? Apakah kita mau memandang firman Tuhan sebagai pusaka yang diberikan dari generasi ke generasi sebagai sesuatu yang berharga ? Ataukah kita memandangnya sebagai barang usang dan sudah kadaluarsa, tidak ”up to date” lagi sehingga mengabaikannya ?!
Tanpa firman Tuhan kita tidak akan menyadari di mana kita berada ! Dalam kelamnya dosa ataukah dalam terangnya anugerah Allah ?! Tanpa firman Tuhan kita tidak akan dapat melihat jalan yang benar dan tepat untuk kita ambil, hanya ada ketidakpastian dan keraguan. Tetapi jika kita hidup dalam firman Tuhan, kita tahu jalan untuk kembali (bertobat) dan kita tahu ke mana kita harus melangkahkan kaki kita. Amin.