DIBERI DAN MEMBERI PENGAMPUNAN
Bacaan : Yohanes 1:29
Pada bacaan kita yang terambil dari Injil Yohanes 1:29, secara jelas ditulis bahwa ketika Yohanes melihat Yesus langsunglah ia berkata bahwa sosok Yesus adalah “Anak Domba Allah yang akan menghapus dosa dunia”. Yohanes, sebagai perantara Ilahi, dengan jelas menyampaikan bahwa Sang Penebus dosa hadir dalam bentuk manusia. Umat diundang untuk meresapi keagungan kasih-Nya dan memahami signifikansi pengampunan dalam memperkuat ikatan iman kita dengan Kristus.
Akan tetapi ayat ini tidak hanya berhenti pada pemahaman akan pengampunan dosa dari Allah sebagai anugerah bagi kehidupan manusia. Lebih dalam dari pada itu, Allahpun mengundang kita untuk dapat meneladani-Nya dalam memberikan pengampunan bagi sesama umat manusia.
Mengapa kita harus mengampuni? Karena Tuhan telah lebih dulu memberikan pengampunan bagi kita umat manusia yang berdosa, maka tidak ada alasan lagi bagi manusia untuk tidak memberikan pengampunan kenapa sesama manusia. Karena jelas bahwa pengampunan adalah panggilan yang datangnya dari Tuhan. Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika kita memberikan pengampunan kepada orang lain, percayalah bahwa bukan saja orang itu yang terbebas dari hutang terhadap kita, akan tetapi jauh lebih dari pada itu jutru hidup kitapun akan mengalami pembebasan dari rasa haus akan dendam atau semacamnya.
Ketika kita memberikan suatu pengampunan, secara otomatis juga kita sedang membukakan pintu untuk kesembuhan batin. Dengan mengabaikan kebencian memungkinkan hati untuk berkembang dalam kedamaian dan membebaskan jiwa dari belenggu dendam.
Namun masalahnya, seringkali mengampuni merupakan hal yang tidak mudah untuk diterapkan dalam kehidupan ini. Apalagi ketika seseorang yang bersalah kepada kita sudah berulang kali melakukan kesalahan atau bahkan melakukan suatu yang kesalahan luar biasa sehingga sulit sekali untuk memberikan pengampunan bagi mereka.
Percayalah, iman kepada Kristus dan memberikan pengampunan keduanya melibatkan proses, tidak ada jalan instan. Saat hati terasa keras, jangan tolak daya yang mendorong memberikan pengampunan; namun sebaliknya, bawa daya itu dalam renungan kita. Yakinlah, Roh Kudus akan memberikan kekuatan yang lebih besar, membimbing kita menuju kedamaian abadi, dan memampukan kita untuk menyajikan pengampunan yang berasal dari Tuhan.
Selamat merenung, Kasih Kristus menyertai kita semua.
Pokok-pokok Doa:
1.Bagi yang sedang lemah tubuh dan dalam duka.
2.Bagi Kedamaian NKRI dan Dunia.
3.Bagi yang sedang bergumul.
Raphael Timotius Suy