DENGAN ROH DAN AKAL BUDI

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Selasa, 4 Februari 2025


1 Korintus 14:15-17

Dengan Roh dan Akal Budi


Dikalangan orang Kristen sendiri, pembicaraan tentang bahasa roh menjadi perdebatan yang tidak kunjung reda. Bagi mereka yang setuju biasanya akan mengunggulkan karunia bahasa roh sebagai bukti telah menerima Roh Kudus. Sedangkan bagi yang percaya bahwa bahasa roh hanyalah salah satu karunia Roh Kudus, menganggap berbahasa roh itu bukan yang terpenting, dan bahkan menganggapnya tidak penting sama sekali (semestinya karunia-karunia yang ada punya kegunaan dan manfaat masing-masing, sehingga tidak perlu dipertentangkan satu sama lain).


Tetapi hari ini kita belajar dari respon rasul Paulus terhadap fenomena bahasa roh yang terjadi di jemaat Korintus, yaitu agar umat berdoa dan memuji Tuhan dengan roh dan akal budi. Keduanya hendaknya berjalan bersama-sama dan saling melengkapi. Karena seorang yang berdoa dan memuji Tuhan dengan roh saja, tidak dapat dipahami oleh orang lain, sehingga tidak bermanfaat untuk membangun iman orang yang mendengarnya.


Hal ini berarti bahwa rasul Paulus menekankan pentingnya karunia-karunia roh adalah untuk melayani dan membangun iman jemaat; untuk itu karunia-karunia roh harus dikerjakan dalam roh dan dengan akal budi. Tanpa keduanya, karunia-karunia roh yang ada tidak akan membawa dampak untuk membangun iman. Sebab jika hanya menggunakan salah satu saja diantara roh dan akal budi, memang hanya akan membangun kesombongan dan perpecahan.


Karena itu, demi pembangunan jemaat, marilah kita menggunakan karunia-karunia yang Tuhan sudah berikan kepada tiap-tiap orang dalam roh dan dengan akal budi yang Tuhan sudah limpahkan kepada kita. Marilah kita melayani dalam roh dan dengan akal budi. Amin.


Pokok Doa :

1. Kesehatan, ketulusan, semangat dan kesatuan hati pelayanan para karyawan, satpam, karyawan kantor, para aktivis gereja, penatua dan pendeta.

2. Perkembangan sekolah-sekolah Kristen di Indonesia.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.