CARA DAN WAKTU TUHAN

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

BACAAN : KELUARAN 4:19

Sepenggal ayat ini mengingatkan kepada kita perjalanan hidup Musa yang Tuhan pilih untuk menjadi alat pembebas umat kepunyaan-Nya. Musa yang diselamatkan dari pembunuhan bayi-bayi, dibesarkan oleh putri Firaun sebagai seorang pangeran yang berpendidikan tinggi. 

Ketika Musa telah dewasa di usia 40 tahun, ia prihatin terhadap bangsanya dan mencoba untuk menjadi pahlawan bagi bangsanya dengan membunuh seorang Mesir yang menganiaya saudara sebangsanya. Tetapi ternyata tindakannya itu justru mendatangkan persoalan sehingga Musa harus melarikan diri dari Mesir ke Midian karena orang-orang yang hendak membunuhnya.

Setelah 40 tahun kemudian lamanya Musa menjadi seorang gembala bagi mertuanya, Yitro, Musa mendapatkan panggilannya untuk menjadi nabi Tuhan yang akan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Dan melalui panggilan inilah Musa disertai Tuhan untuk melakukan mujizat-mujizat besar yang menjadi tulah bagi Mesir.

Ini semua menunjukkan kepada kita betapa Tuhan membentuk Musa dari masa kecilnya, diperlengkapi dengan ilmu pengetahuan yang baik ketika hidup sebagai pangeran Mesir, punya pengaruh dan jabatan. Tetapi itu saja tidak cukup ! Tuhan ingin membentuk Musa dari sisi karakternya. Melalui kegagalan Musa, Tuhan mengajarkan kerendahan hati kepada Musa, agar ia tidak mengandalkan apa yang ada pada dirinya, tetapi mau mengandalkan Tuhan dalam misi besar Allah untuk membebaskan bangsa Israel milik kepunyaan-Nya.

Ketika Musa sudah melupakan ambisinya, dan sudah terbiasa hidup sebagai gembala, justru disaat itulah Tuhan memanggil kembali Musa untuk menjadi nabinya yang akan memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan. Tuhan memperlengkapi Musa dengan kuasa Tuhan untuk mengadakan perkara besar atas Mesir.

Demikian kitapun sebagai umat Tuhan hendaknya terus sadar bahwa Tuhan sesungguhnya membentuk kita dengan berbagai macam cara; baik itu dalam hal yang menguntungkan/menyenangkan, ataupun melalui hal-hal yang menyusahkan hati dan berat, dan bahkan kegagalan-kegagalan kita. Tuhan mau membentuk dan memperlengkapi kita dengan kerendahan hati dan kesediaan untuk taat pada setiap kehendak-Nya. Itu semua agar kita dapat dipakai-Nya untuk menjadi alat penyataan kebesaran kasih dan kuasa Allah kepada umat-Nya.

Karena itu, sebagai umat Tuhan di masa kini, marilah kita terus belajar melayani Tuhan, bukan dengan ambisi dan mengandalkan kekuatan diri, tetapi terus mempersiapkan diri kita dalam kerendahan hati dan kesediaan diri untuk berkarya dengan cara dan waktu Tuhan. Sehingga kapanpun waktunya Tuhan memanggil kita untuk melakukan sesuatu bagi-Nya, kita siap untuk menjadi alat di tangan Tuhan yang akan memampukan dan memperlengkapi kita. Amin.

Pokok Doa :
1.    Untuk pelayanan dan pertumbuhan GKI Coyudan Solo, Pos Kebaktian Baturan Indah.
2.    Untuk proses perkembangan jemaat GKI Coyudan Solo, Pos Jemaat Joyotakan.
3.    Untuk pergumulan tempat ibadah GKI Coyudan Solo, Pos Jemaat Solo Baru.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.