BERJAGA-JAGA DAN BERDOA
Lukas 21:34-36
”Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu dan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (ay.36 TB-2)
Masa Adven selain menjadi masa penantian dalam memperingati kelahiran Yesus Kristus, juga menjadi masa penantian akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya pada akhir zaman.
Bagaimana sikap kita dalam menanti kedatangan Yesus Kristus yang kedua ini? Banyak orang yang terlena saat diminta untuk menunggu atau menanti. Mereka asyik dengan kepentingannya sendiri, menggunakan waktunya untuk menyenangkan diri sendiri.
Tidak jarang manusia yang asyik dengan dirinya sendiri, hidup untuk bersenang-senang, akhirnya terjerumus dalam kejahatan dan hidup dalam lumpur dosa. Kenikmatan duniawi telah mengikat dirinya sehingga ia lupa akan Tuhan. Saat Hari Tuhan itu datang, ia sudah terlanjur masuk dalam perangkap Iblis dan tidak ada kesempatan untuk bertobat.
Dalam kesibukan-Nya mengajar dan menyembuhkan banyak orang, Tuhan Yesus memberikan nasihat agar para murid menjaga diri dengan baik supaya hatinya tidak dibebani oleh kenikmatan duniawi, yaitu pesta pora, kemabukan, dan kekhawatiran hidup.
Kita tidak tahu kapan Tuhan datang kembali. Celakalah orang yang saat Tuhan datang kembali masih hidup dalam pesta pora dan kemabukan. Tidak ada kesempatan bertobat kembali.
Menyongsong Hari Tuhan, Tuhan Yesus meminta agar kita berjaga-jaga sambil berdoa. Berjaga-jaga sambil berdoa berarti dalam menjalani hidup ini hati kita terus terpaut dengan Allah. Setiap kita melangkah maka harus berhati-hati dengan menjaga diri agar tidak jatuh dalam dosa.
Terkadang kita sudah berhati-hati, tetapi tetap saja jatuh dalam dosa. Maka hal yang dilakukan saat berjaga-jaga adalah dengan berdoa. Doa menjadi kekuatan bagi orang Kristen sehingga ia bisa menjalani kehidupan dengan tetap dalam kekudusan dan layak di hadapan Tuhan.
Doa memiliki kuasa yang besar karena kita membuka hati terhadap campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita.
Pada saat hati kita berpaut kepada Allah dan kita menaikan doa-doa kepada-Nya, maka seperti orang bernafas, hati kita akan terasa lega karena memang Allah adalah sumber kehidupan yang memberikan kelegaan kepada kita. Dia akan menjawab doa-doa kita sehingga kita tidak perlu khawatir lagi.
Oleh karena itu, di masa Adven ini marilah kita terus berjaga-jaga dengan melakukan pekerjaan baik seperti yang Allah kehendaki, dan kita senantiasa berdoa untuk mendapatkan kekuatan baru dari Tuhan. Dengan demikian kita benar-benar siap saat Kristus datang kedua kalinya. Amin.
Pokok Doa
1. Jemaat yang sakit diberikan kekuatan, kesabaran, dan kesembuhan.
2. Ibadah masa Advent.
3. Bangsa dan negara Indonesia diberikan kedamaian dan keamanan.
Sujud Swastoko