Berbuah di Segala Musim
Renungan Harian GKI Coyudan Solo
Rabu, 8 Oktober 2025
Markus 11:12-14
Berbuah di Segala Musim
Pohon yang kelihatannya indah tapi tidak berbuah, itulah gambaran pohon ara dalam bacaan kita hari ini; tampak subur, berdaun lebat, dan dari jauh terlihat menjanjikan. Namun ketika Yesus mendekat, ternyata tidak ada buahnya sama sekali di sana. Ibarat kehidupan orang yang tampak rohani dari luar, tetapi tidak menghasilkan buah nyata; kasih, ketaatan, kesabaran, dan perbuatan baik.
Tuhan Yesus tidak mencari penampilan yang indah, melainkan buah yang lahir dari iman yang sejati. Jadi bukan soal musim, tapi soal kesetiaan. Karena itu Markus menulis bahwa “memang bukan musim buah ara”, namun Yesus tetap mengharapkan pohon itu berbuah. Mengapa ? Karena murid Kristus dipanggil untuk berbuah di segala musim kehidupan umat-Nya.
Artinya, kita tidak boleh hanya “berbuah” ketika keadaan mendukung, atau ketika suasana hati baik, ketika lingkungan sesuai keinginan, atau ketika kita sedang merasa diberkati. Sebaliknya, di tengah musim sulit dan beratpun, kita tetap dipanggil untuk tetap menghasilkan buah-buah dalam kehidupan kita.
Yesus berkata dalam Yohanes 15:5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”. Artinya : kita tidak bisa memaksa diri berbuah hanya dengan usaha manusia. Buah rohani muncul secara alami ketika kita melekat pada Yesus, ketika kita hidup melakat pada Tuhan dalam doa, firman, dan ketaatan setiap hari.
Pokok Doa :
1. Untuk kegiatan selama Bulan Keluarga.
2. Memohonkan kekuatan untuk bertahan bagi mereka yang memiliki pikiran-pikiran bunuh diri.
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi